Sharing Session

SOCIOTRAVELER

JUDUL SHARSE        : SOCIOTRAVELER

HARI, TANGGAL      : MINGGU, 31 MEI 2015

BOMBER                   : AHADIN SYARIFUDIN FAHMI

MOMOD                   : IHSAN SATRIAWAN

NOTULEN                  : MIMING GUSTINA

traventure.forumindonesiamuda.org_sociotraveler

Event terbooming tengah tahun yang akan di adakan SOCIOTRAVELER “Jomblo Mendaki Rinjani”

 

Bomber pada sharse kali adalah Ahadin Syarifudin Fahmi (FIM 15) asal Surabaya. Yang merupakan salah satu founder dari Sociotraveler, yang salah satu acara nya yaitu “Jomblo Mendaki Gunung” lagi naik daun di kalangan jomblo yang sekaligus pecinta naik gunung tentunya. Langsung saja ke hasil shrase nya.

Jadi Sociotraveler itu konsep singkatnya seperti ini, Sociotraveler adalah penyedia jasa pariwisata/gathering/outing/study tour yang memberi tambahan experience baru dalam setiap aktivitasnya yaitu kontribusi sosial. Jadi setiap wisata bersama kami akan ada tambahan aktivitas sosial utk pelengkap kegiatan berwisata. Sebenernya konsep wisata seperti ini sudah booming di luar negeri sejak lama namun terhitung baru di Indonesia. Sociotraveler akan datang ke suatu zona wisata (biasanya terdiri dari 3-4 lokasi wisata) & tinggal bersama masyarakat lokal. Yang sebelumnya akan di survey terlebih dahulu kegiatan sosial yang cocok utk tempat tersebut apa.

Akan ada trip traveling tematik, seperti:

  1. Sociotraveler #PlaywithChildren
  2. Sociotraveler #SaveOurHeritage
  3. Sociotraveler #OneManOneTree
  4. Sociotraveler #LetsFarmTogether
  5. Sociotraveler #17Agustus
  6. Sociotraveler #keepourenvironment dan masih banyak lagi.

 

Untukk Founder Sociotraveler sendiri, ada 3 org yang berperan.

  1. Septian Bayu Anggara. Mahasiswa alumni UGM, dalam kesehariannya menjadi aktivis sosial dan pernah menjadi koordinator untuk Ospek Pallapa UGM yang mendapatkan penghargaan Rekor MURI. Sebagai CEO di Sociotraveler
  2. Ahadin Syarifudin Fahmi. Mahasiswa lulusan undid berugas bantu sebagai IT Director dan Dokumentator ketika di lapangan
  3. Budiharjo At Atsary. Dosen Muda Fisika UGM. Dulu pernah bantuin Bayu ketika menjadi wakil ketua ospek pallapa ugm. Tugas pokoknya finance management

 

Trip-trip yang sudah diadakan oleh Sociotraveler :

  1. Sociotraveler bikin trip gandeng event tahunan Dieng Culture Festival tahun 2014. Kegiatan budaya tahunan yang kami kemas dgn tambahan kegiatan sosial #saveourenvironment yaitu mengajak org2 terutama pendaki bukit sikunir utk membersihkan sampah2 di sekitarnya. Hasilnya kita mengumpulkan satu pickup sampah dr bukit sikunir. Ini foto peserta DCF tahun lalu via Sociotravelertraventure.forumindonesiamuda.org_sociotraveler_2traventure.forumindonesiamuda.org_sociotraveler_1
  2. Trip sociotraveler adalah #saveourheritage di kawasan kota Jogja. Kegiatan ini kami tambahkan kegiatan sosial dgn mengunjungi salahsatu lembaga sosial, Yayasan Yaketunis yang membina anak2 tuna netra. Disana kita sharing dan buka puasa bersama temen2 di Yaketunis.Oh iya, yang trip ini di dukung oleh Sponsor dr Dompet Duafa pusat, melalui Dompet Dhuafa Jogja. Ada bantuan donasi utk Alquran Braile dan uang pembinaan.traventure.forumindonesiamuda.org_sociotraveler_3

Temen kita yang pernah gabung disini namanya M. Try Wahyudi aka Yudhi .

  1. Sociotraveler #17agustus di Bromo. Kegiatan ini selain trip wisata menikmati keindahan ciptaan Tuhan, juga melakukan kegiatan sosial di area sekitar. Ada donasi dr Sociotraveler utk adek2 SD binaan temen2 KKN UGM. Kebetulan kita utk trip ini juga berkolaborasi dgn temen2 KKN PPM UGM di Bromo. Ini foto Sociotraveler #17agustus di bromotraventure.forumindonesiamuda.org_sociotraveler_4

Foto upacara 17 Agustus, masuk Kompas TV, diikuti oleh Google Student Ambassador South East Asia (baju merah), bbrp foto menjuarai kontes foto nasional seperti juara 2 Wonderful Indonesia oleh Kemenparekraf dan the most favorite photo oleh KPK RI, dll.

Ini adalah foto bersama para peserta upacara 17 Agustus di Bromo, kita bersama orang-orang disekitar, baik wisatawan lokal dan interlokal buat ikut ketika upacara 17 Agustustraventure.forumindonesiamuda.org_sociotraveler_5

Kalau yang foto di bawah ini, Groufie dgn Google Glass Project X. Sebuah gadget kacamata dr google yang dioperasikan oleh Daniel Oscar si Google Ambassador td. Para peserta dpt pengalaman baru nyobain cara kerja Quick Disaster ini di Bromo. Foto ini juga menjuarai kompetisi nasional seperti juara 2 oleh Google Telkom University dan the most favorite photo oleh KPK RItraventure.forumindonesiamuda.org_sociotraveler_6

Utk next trip selanjutnya adalah ini Dieng Culture Festival 6traventure.forumindonesiamuda.org_sociotraveler_7

Dan Jomblo Mendaki Rinjani yang jarkomannya udah kemana-mana

Untuk ingin lebih tau info tentang Sociotraveler bisa lebih lanjut lihat medsos yang tertera dibawah ini :

Facebook : Sociotraveler

Twitter : @socio_traveler

Instagram @sociotraveler

Web : sociotraveler

Sesi tanya jawab :

Mokhamad Fahmi Fauzi

  1. Apa visi dan misi sociotraveler?
  2. Segmen pasar dgn karakteristik spt apa yang disasar o/ sociotraveler? Selain dana dari peserta tripn apakah ada revenue stream lain dalam model bisnisnya sociotraveler?

Jawab:

  1. Visi Misi Sociotraveler yang bs dikatakan sbg mimpi kami yaitu kami membangun gagasan Sociotraveler adalah utk membangun pariwisata Indonesia. Sangat disayangkan pengelolaan obyek wisata masih kurang baik dan SDM yang ada dirasa kurang berkapasitas. Sederhananya adalah Kalau selama ini traveler alurnya adalah datang-foto-menikmati-pulang kami modifikasi menjadi datang-observasi-menikmati-melakukan aktivitas social-foto-pulang-sebarkan semangat. Tentu tetap jadi perjalanan yang asik. Sociotraveler adalah sebuah brand baru untuk traveler, yah kakak-adik dengan cara backpacker. Supaya lebih murah utk harganya. Kami ingin menyebarkan gagasan Sociotraveler ke seluruh penjuru negeri. Harapannya muncul Sociotraveler-sociotraveler yang menyebarkan dan melakukan sociotraveling ke seluruh sudut Indonesia.
  2. Segmen pasar Sociotraveler sampai saat ini, setelah nyari segmen pasar mahasiswa sekarang ialah segmen pasar ke karywan perusahaan2 supaya, lebih mahal dikit utk bisa bersonasi lebih banyak utk keperluan kegiatan sosial. Utk Sociotraveler dr pendanaan, selain dr peserta trip juga dr para sponsor mas. Model bisnisnya biasa aja kaya bisnis2 travel kaya gtu. Cuma dalam bbrp trip nanti akan ada subsidi dr satu golongan kuat ke golongan yang kurang mampu, kaya contoh realnya, Dalam trip Jomblo Mendaki Rinjani yang berstatus non Jomblo dikenai biaya lebih tinggi utk subsidi para Jomblo2 dan utk donasi ketika trip nantinya.

Elva Lestari

  1. Siapa sih yang menginisiasi sociotraveler,?
  2. kalau di luar negeri sudah ada konsep seperti ini, dari sociotraveler sendiri berkaca/berkiblat dari konsep negara mana? Ataukah semua konsep sama? Apa beda sociotravel dengan yang ada di negara lain?

Jawab:

  1. Yang menginisiasi Sociotraveler itu Mas Bayu, cerita sedikit dulu kenal pas dalam forum gtu. Nah br ketemu pas forum tsb. Bbrp tahun kemudian beliau mengontak saya, awalnya ga saya tanggepin karna emang lg skripsian. Br setelah itu Mas Bayu jauh2 ke Surabaya buat ngobrolin bisnisnya dia. Sampe akhirnya terbentuklah Sociotraveler #malahcurhat
  2.  Sociotraveler Kalau saya sendiri berkiblat sama local alike, dulu saya pernah dpt fieldtrip ke thailand buat acara socio entrepreneurs by singapore international foundation tahun 2012. Kalau dr mas Bayu sendiri beliau berkiblat dgn konsep penyedia trip di german, nama nya aku lupa pastinya. Kalau konsep sociotraveler menurut saya sendiri semuanya sama, mungkin strategi bisnisnya yang sedikit membedakan antra sociotraveler satu dgn sociotraveler lainnya, karna saya yakin di indonesia pun juga sebenenya sudah ada, tapi masih belum booming.

Milwan Akbar Gunawan

  1. Brand Image dari Sociotraveller itu kan Social and culture (dari yang aku baca)

Kesulitan dalam Pemasarannya apa ya kang?? dan tantangannya ndri itu apa yaaa??

  1. Dari sekian Trip yang akang udah jalanin/kerjain. Trip mana sih yang paling berkesan?

(sudut pandang akang sama si customernya ya stelah ngbrol2 dg mereka)

Dan knapa bisa berkesan kang?

  1. pertanyaan tambahan, bagaimana mengetahui kalau bukan jomblo, kan gak ada dikolom KTP

Jawab:

  1. Pertama Brand Sociotraveler bs dibilang masih baru bgt. Pemasaran maksimal sebatas ke jaringan teman2 para foundernya tadi. Udah nyoba ke bbrp ke perusahaan pernah dpt tolakan, pernah dpt php juga dan kadang promosi kita via email juga ga kunjung dpt balasan dr pwrusahaan yang dituju. Strategi via Sosmed juga karena juga masih baru belum banyak di lirik org. Belum banyak yang tau. Kebanyakan dr mereka yang udah pernah jalan bareng kita malah ketagihan lg, karna yang kita serve adalah manusianya, bukan ke profitnya. Namun juga tak menghiraukan profit bagi kita juga biar sustain kedepannya. Sampai sekarang para peserta yang pernah ikut trip kita, kita jaga bener sampe sekarang. Ketika ngetrip pun, kita lebih ke “nguwongke uwong” Kalau dalam bahasa jawa. Bhs indonya memanusiakan manusia. Kita jaga tali silaturahminya.
  2. Trip mana yah, bingung Kalau paling berkesan, semua ada cerita menarik di balik trip2 tsb. Kalau dipaksa nyuruh milih, jadi bingung. Org2 nya seru2. Ketemu org2 baru dalam setiap tripnya. Berbagi pengalaman dan cerita2 seru mereka. Terkesan yah di DCF dan trip tematik 17 Agustus. Kalau DCF bs berinteraksi lgs dgn ketua adat disana, ketua acara DCF. Kalau yang 17 agustus ga ngira aja bakal ketemu org2 keren, ngasih advice terus ke sociotravele
  3. Buat yang Jomblo Mendaki Rinjani kita serahkan kpd kejujuran masing2 peserta. Kita ga mau maksa2 dia ngaku jomblo apa engga.

Yulia Latifah Sulistyaningsih

  1. Ko bisa kepikiran “Jomblo naik Rinjani sih, asal muasal ide tersebut dari mana?”
  2. Kalo jomblo daru Bdg rate harganya berapa? Beda sama kalo yang meetinf point d jogja kan ya? Berapa kak berapa berapa berapa?

Jawab :

saya dan Mas Bayu ditakdirkan buat jomblo di saat yang bersamaan . Dua2 galau jadinya. Yaudah drpd galau keterusan dan ga guna juga, mas bayu kepikiran buat strategi marketing Sociotraveler tematik #17 agustus tahun ini buat makin viral.

Selain itu juga dalam Jomblo Mendaki Rinjani Sociotraveler mau nunjukin na sih perjuangan org2 jaman dahulu ketika memperjuangkan kemerdekaan indonesia, yang dulunya keluar masuk hutan hanya utk membela tanah air ini. Di gabung dgn lg ngehits nya media instagram, apalagi sekarang gunung2 udah ramai kaya pasar.

Kalau Jomblo meeting point jogja 1,6 jt/pax

Kalau Jomblo meeting point lombok 950rb/pax

Avina Widarsa

  1. Dari namanya SocioTraveler berarti lebih tujuan travelnya utk tujuan sosial ya? Travel for social cause gt?
  2. Pure bisnis (profit)? Apa tujuannya utk pemberdayaan sosial juga?
  3. utk model bisnis travel seperti ini kompetitor terbesarnya siapa ys?

Jawab:

Tujuan utamanya yaitu biar ga sekedar seneng2 terus pulang gtu aja mas, ngetrip paling berkesan pastinya yang ada cerita menarik di dalam nya. Nah kita bantu lewat kegiatan sosial. Kegiatan sosial yang ga terlalu berat tapi enjoy buat liburan juga .Kalau utk bisnisnya juga emang kita mau bikin bisnis juga. Bisnis yang bs lebih memberikan manfaat kepada warga lokal. Kedepannya juga kita masih mempunyai impian buat membangun suatu pemberdayaan masyarakat via sociotraveler ini

Pemberdayaan masyarakat dalam artian kita lgs terjun ke trip2 di daerah tertentu, tapi hanya utk maksimal 2-3 kali, utk trip seterusnya bakal di handle oleh penduduk lokal atas nama Sociotraveler Indonesia. Nanti sistemnya bagi hasil, karna kita juga ngasih materi pelatihan kepada guide2 sociotraveler lokal yang bekerja sama dgn pokdarwis (kelompok sadar wisata) lokal. Oh iya utk kompetitornya banyak dr para travel agent2 gtu sih. Saingan harga, tapi kita kelebihannyaa lebih ke arah kegiatan sosialnya. Added value social ny ya.

Enra Riesti Sukmawati

hehe aku lumayan sering kepoin @sosiotravel cz dari namanya aja menarik kyk nama komunitas bahasa jualnya. nah yang pengin aku tanyain

  1. bagaimana cara kalian berkoordinasi sedangkan kalian LDP (long distand partnership) sedang pasti donk bikin acara butuh koordinasi kayak surve atau lainnya?
  2. Secara komersil perusahaan seperti apa yang akan kalian bentuk? atau sosiotravel masuk bagian atau memang hanya sosiotravel?
  3. Tergelitik dengan yang td dijawab fahmi Kalau kebanyakan org liburan mah liburan aja, tapi esensinya g ada, nah itu pas bgt yang lagi aku garap di Banjarnegara mi, skg ini lagi ngerjain desa ramah wisata, yang basic tournya memarger antara localism dan localwisdom, dengan beberapa tahap. boleh donk sedikit share sebuah kegiatan yang seperti apa yang pernah sosiotravel jadikan package dg liburan yang berbeda? kali saja bisa join konsep.

Jawab:

  1. LDR emang berat diongkos pulsa kak, kita maksimalin via wa dan line. Kadang juga banyak miskomnya, tapi emang bs ko Kalau emang semuanya komitmen. Apalagi ini perusahaanya sendiri. Utk ketemuannya itu setelah konsep fix semua dan kita bahas lg ketika survey tempat. Nah pas survey tempat kita maksimalin tuh.
  2. Perusahaan yang kita bentuk hanya sociotravel, hanya saja nanti ada bbrp varian dalam sociotravel. Kita berusaha komit dalam menjalankan bisnis ini.

Salahsatu varian nya ialah study tour utk sma

  1.  Utk localism dan localwisdom dalam kaitannya tema sosial kita survey dulu, terus kita susun bbrp kemungkinan kegiatan sosial, baru kita diskusikak lg dgn pemegang kuasa wilayah. Sbg contoh di DCF, kita ngasih tema save our environment juga atas persetujuan pak lurah juga .Kalau yang 17 agustus di bromo juga diskusi dgn pemangku adat sana. Selain itu juga, kita juga melibatkan para peserta trip yang mengkonsep kegiatan sosial apa yang cocok utk lingkungannya, yang sebelumnya kita paparkan terlebih dahulu kondisi realnya seperti apa, br besoknya kita temuin dgn pemangku kebijakan setempat biar bs sama2 saling bertanggung jawab. Dgn begitu para peserta kita bakal menjadi lebih senang karena selain liburan juga bs lgs ngobrol dgn pemangku2 adat setempat. Itu akan sangt berbeda Kalau udah ada sponsor mbk, biasanya sponsor minta target kegiatan sosial tertentu, dan tinggal kita yang ngonsep trip dan kegiatan sosialnya

Jagan lupa follow @fahmiadimara nanti di folbek #eh haha

 

Closing statement

Mungkin ini biasa namun buat saya cukup berarti banget.

“The world is a book and those who do not travel read only one page – Augustine”

Jangan lupa follow @fahmiadimara nanti di folbek #eh haha