Sharing Session

Ekspedisi Sepeda Nusantara

Judul                           : Ekspedisi Sepeda Nusantara

Hari, tanggal               : Minggu, 7 Juni 2015

Bomber                       : Anggi Putra Prayoga (a.k.a Cungur)

Momod                       : Gadri

Notulen                       : Sasa & Nana

Pada sharse kali ini kita membicarakan tentang bersepeda keliling nusantara yang akan disampaikan oleh Mr. Cungur (panggilan akrab ka Anggi) yang lahir di Cianjur, 10 September 1990. Beliau yang sekarang tinggal di Bima ini adalah alumni dari Institut Pertanian Bogor  dan sekarang sedang bekerja di sebuah lembaga konservasi. Berikut adalah hasil shares kali ini yang akan disampaikan oleh Anggi yang bersepeda keliling nusantara, dari barat hingga ke timur! WoW! Kalo penasaran bisa cek http://xpdcsepedanusantara.lawalataipb.org/

 

traventure.forumindonesiamuda.org_PROFIL-BIKER

 

Ide untuk naik sepeda keliling nusantara, muncul dari rasa ingin tahu. Saat itu (tahun 2008) saat mengikuti pembinaan organisasi lawalata, Anggi hanya punya keinginan untuk keliling Indonesia karena ingin tahu lebih banyak tentang Indonesia. Belum tau juga mau naik apa biar bisa keliling Indonesia. Sepeda, jalan kaki, mobil, atau pesawat kah? Awalnya, Mr. Cungur sedikit mulai ada rasa kekhawatiran tentang rencana perjalanannya. Namun, pada akhirnya Mr. Cungur ini tetap memutuskan untuk berangkat keliling Indonesia, dan kendaraan yang dipilihnya adalah SEPEDA ! WoW!

 

traventure.forumindonesiamuda.org_cungur ende

Cungur bersepeda keliling indonesia-lembah Ende

traventure.forumindonesiamuda.org_cungur rinjani

Cungur dan sepeda nya di Gunung Rinjani

 

Berangkat dimulai dari kota Bogor terus menuju ke arah timur Indonesia. Bogor-Banyuwangi-Bali-Lombok-NTB-NTT-Maluku-Papua Barat-Maluku Utara-Sulawesi-Kalimantan-Sumatera. Saat itu, statusnya masih mahasiswa. Perjalanan mr. cungur tentu tidak selalu mulus, bahkan beliau pernah sempat sakit di Ambon sekitar 1 bulan 18 hari, atau kehilangan barang-barang di kapal saat perjalanan menuju Papua. Hmmm dan tentunya masih banyak lagi hal-hal super keren dan sulit dilupakan dalam perjalanan itu.

 

Sesi tanya jawab

Azzam

  1. Hal yang paling penting dan sensitive, tentang dana gimana? Apa dari diri sendiri ada rancangan anggaran?

Jawab :

Awalnya saya tidak bicara soal dana saat itu. Tapi, lebih memikirkan ke bumbu-bumbu perjalanan supaya lebih bermakna. Seiring dengan proses, dana akan datang kok. Bahkan kampus memberikan dana juga setelah saya sampai di Bandung. Dan jujur, di jalan saya banyak bertemu dengan orang-orang yang baik dan dermawan. Gak sedikit loh yang kasih saya uang atau bekal. Dari satu daerah ke daerah lain. Kalau saya berpikir soal dana saat itu, mungkin sampai sekarang saya masih berkutat dengan dana ekspedisi. Tetap ada rancangan anggaran, bahkan saya buat proposal juga. Artinya, perencanaan dan strategi tetap kita jalankan”

 

Fahmi

  1. Bagaimana perjalanan yang kamu lakukan saat ini bisa membuat kamu jadi manusia yang lebih baik? Dan bagaimana juga perjalanan ini bisa membuat kamu bisa menebar manfaat bagi makin banyak orang?

Jawab :

Perubahan mendasar saat saya pulang bersepeda 1 tahun adalah menjadi orang yang pendiam. Jadi faedahnya, di setiap daerah itu banyak yang kasih nasihat-nasihat. Salah satunya ustad dari Bangladesh yang bertemu di Halmahera. Beliau bilang bahwa ada seorang Kyai yang selalu mencatat kata-kata yang dia keluarkan dan sebelum tidur dia membacanya kembali. Ternyata lebih banyak mudharatnya alias yang gak penting-penting dan banyak menyakiti orang lain. Akhirnya, pak Kyai tersebut mulai mengurangi obrolan-obrolan yang tidak penting atau lebih banyak merugikan orang lain. Dan ternyata, hasilnya lebih banyak obrolan yang tidak penting daripada yang penting. Mungkin itu yang dibilang diam itu emas. Hehe

 

Enra

  1. Perjalanan ter-ekstrem dimana dan seperti apa? Pernah ga sakit selama perjalanan? Apalagi ini resikonya tinggi,pernah berpikir untuk stop? Kalau pernah, kenapa? Perjalanan solo ini berapa lama dipertimbangkan?

Jawab :

Gunung Rinjani menurut saya ekstreme, sampai bule-bule bilang kalau saya gila bawa sepeda ke puncaknya. Sakit waktu di Ambon. Tapi berpikir untuk stop dan ingin pulang saja itu di Sulawesi. Udah bosan, pikiran saat itu pengin hidup normal dengan rutinitas umum kaya orang lain. Keinginan muncul dari 4 tahun yang lalu. Mulai fokus merancang 6 bulan terakhir. “Rencanakan, packing-packing, berangkat” pesan Mr. Cungur.

 

Nana

  1. Momen apa yang selama perjalanan paling bikin sedih, bikin terharu, menyeramkan,lucu.membahagiakan? Sampai mengalami culture shock ga? Kalau iya, sewaktu dimana atau dimana saja?

Jawab :

Sedih dan terharu saya samakan ya. Waktu di Kalimantan Selatan, saya nangis. Jadi waktu itu, saya mampir di salah satu penggowes juga di daerah Barabai. Rumahnya terbuat dari bilik, panggung, dan sangat-sangat sederhana. Perlakuannya sama seperti sebelum-sebelumnya, yang menjadikan tamu adalah raja. Bahkan kita sekeluarga sepedaan bareng ke pegunungan maratus. Pas saya mau lanjut, dia mengantarkan saya sampai batas kabupaten selanjutnya. Di perpisahan, tiba-tiba teman saya kasih uang untuk bekal katanya. Disitu saya ngerasa sedih dan terharu. Mohon maaf, sekeluarga yang hidup dengan ekonomi yang pas-pasan bahkan minim tetapi justru merekalah yang benar-benar kaya. Karena dalam kondisi tersebut, masih bisa berpikir dan berkorban untuk orang lain yang tidak dikenal dan tidak sedarah seperti saya.

 

Culture shock sempat saya alami di Flores. Flores beda banget sama saya yang tinggal di Bogor. Mau makan gampang, ibadah gampang, segalanya. Tapi di Flores, entah kenapa saya takut ketemu dengan orang Flores, lihat gereja, salib, rombongan-rombongan orang, dll. Apa ini pengaruh capek dan lapar? Maklum selama di Flores saya lebih banyak minum madu dan makan pisang. Tapi rasa takut itu tidak wajar. Padahal, setelah saya menilai, masyarakat yang paling ramah dan baik adalah Flores.

 

Herlangga

  1. Apakah susah komunikasi dengan orang lain?

Jawab:

Pake Bahasa Indonesia saja, sebagai bahasa pemersatu umat.

 

  1. Ada bahasa keren di daerah yang dilewati?

Jawab:

Sempat bingung di Sulawesi. Di sulawesi utara “kita” artinya saya. Pas masuk sulteng “kita” itu artinya kamu. Bingung dah tuh, belum kelar bahasa 1 daerah sudah harus adaptasi bahasa baru lagi.

 

  1. Menginap di mana kalau sedang di jalan tidak ada rumah sama sekali?

Jawab:

Kalau tidak ada rumah, ngecamp. Tapi biasanya perhitungan saya pas. Sepanjang jalan hutan dan laut. Rumah tetap ada berjauhan. Tinggal di rumah warga,mesjid, gudang, tenda juga. Asik deh campur-campur.

 

  1. Kenapa sampai bisa sakit?

Jawab:

Waktu sakit, banyak faktor tuh : 4 hari 4 mlm d kapal makan tidak beres, banyak menyepelekan soal perut deh waktu itu. Tapi ada hubungan juga sama izin orang tua yang kadaluarsa. Izinnya 4 bulan. Pas sakit itu izinnya sudah kadaluarsa.

 

 

  1. Kok bisa pas perhitungan waktu itu? Apakah ada alat penunjang seperti aplikasi peta?

Jawab :

Nah, benar tuh, jadi semacam orienteering. Berbekal peta juga.

 

Siti Fatimah

  1. Berapa total pakaian yang dibawa keliling Indonesia?

Jawab :

Baju 4, celana 3, jaket 2. Mencuci setiap singgah.

 

 

Demikian shares kita pada kesempatan kali ini, lebih lanjutnya mau tau mengenai Mr Cungur dan seputar petualangannya silahkan kunjungi web nya : xpdcsepedanusantara.lawalataipb.org

 

Salam Traventure,

When value of the journey is our destionation!