Sharing Session

Mengenal Lebih Dekat Wanadri

Judul Sharse    : Mengenal Lebih Dekat Wanadri
Hari, tanggal   : Minggu, 20 September 2015
Bomber           : Ardya Rifiantara (Ketua Umum Wanadri)
Moderator       : Susi Susanti
Notulen           : Sarah Fauzia

 

Pada kesempatan kali ini, kita akan sharse mengenai sebuah organisasi pecinta alam yang sudah terkenal sejak dahulu kala. Apa lagi kalau bukan WANADRI. Pada sharse mengenai Wanadri ini bomber yang diundang untuk diskusi langsung adalah ketua umum Wanadri sendiri, Ardya Rifiantara. Pasti udah ga asing lagi kan denger nama tersebut? Yuk kita mengena Ardy lebih dalam.

traventure.forumindonesiamuda.org_ardyaArdya atau lebih sering disapa Ardy lahir di Jakarta, 26 Juli 1990. Pendidikan terakhir beliau kuliah S2 Magister Manajemen PPM Manajemen Jakarta (lulus Juni 2015), sebelumnya beliau kuliah S1 Agretoknologi Pertanian di Universitas Padjadjaran (lulus Januari 2013). Aktivitas sekarang selain kerja sukarela di Perhimpunan Penempuh Rimba & Pendaki Gunung WANADRI sebagai Ketua Umum (sejak November 2014), beliau juga punya sebagai wirausahawan kebun sayuran pertanian di Kec. Kemang, Kab. Bogor (sejak Feb 2014).

 

Trip yang pernah dilakukan oleh Ardy sejauh ini ‘trip’ nya berupa pengembaraan/ misi kemanusiaan dalam rangka pendidikan/ pembelajaran dari Perhimpunan, antara lain latihan Penjelajahan Gunung Hutan di Jawa Barat : pegunungan di Ciwidey, gunung Bukittunggul, pegunungan sekitaran Situ Lembang, gunung Calancang-Kerenceng Garut; Misi kemanusiaan : SAR Orang Hilang Gn. Lawu Jatim, SAR Pesawat Hilang Gn. Burangrang, SAR Orang Hilang Sungai Cikandang, Jabar; pendakian Perintisan Gunung Arjuno, Jatim; Penjelajahan dan Pendataan Lembah Bataraguru di Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi Jabar; dan Pelatihan Terjun Payung di Toogoolawah, Queensland, Australia. Woww hebat sekali bukan ‘trip’ nya yang memang bukan hanya sekedar trip.

Membicarakan tentang WANADRI bagi seorang Ardy ternyata bukan merupakan hal yang baru, karena ternyata Ayah dari Ardy sendiri merupakan anggota Wanadri. Sudah sejak kecil Ardy mengetahui tentang Wanadri dan bahkan beberapa kali diajak oleh Ayahnya untuk ikut serta dalam kegiatan Ayahnya bersama teman-teman Wanadrinya. Alasan Ardy masuk Wanadri yaitu ingin menempa dan belajar di perhimpunan ini. Kalau background pribadi sendiri tidak terlalu suka naik gunung dan bukan pecinta alam sejak sekolah-kuliah. Namun memang  ayah juga merupakan anggota Wanadri sejak tahun 1978 dan Ardy melihat nilai-nilai positif dari apa yang bisa didapat dari Wanadri, sehingga karena itulah alasan terbesarnya.

Menceritakan lanjut tentang Perhimpunan Penempuh Rimba & Pendaki Gunung WANADRI, ternyata organisasi ini bukan sekedar mau mengumpulkan orang-orang yang suka di alam terbuka, tapi mau mendidik karakter anggotanya lewat media alam terbuka. Mirip-mirip FIM, sama-sama mendidik anak muda, tapi beda alam belajarnya. Sejak berdirinya tahun 1964, Wanadri berkomitmen pada empat kegiatan pokok, yaitu : penjelajahan, pendidikan, kemanusiaan dan lingkungan.

Penjelajahan : perjalanan kecil sampai perjalanan besar dalam gunung-hutan, pemanjatan tebing, pengarungan sungai, penjelajahan laut, penjelajahan udara, mulai dari skala regional (dalam jawa barat), nasional hingga internasional. Diantaranya beberapa yang terakhir :
Gunung hutan : ekspedisi pendataan kawasan konservasi Masigit Kareumbi Jawa Barat (2009, 2014), ekspedisi pendataan lembah bataraguru kareumbi-masigit (2012), ekspedisi pendataan pulau nusa barung (2005), ekspedisi perintisan gunung leuser. Selain penjelajahan gunung hutan, ada juga lainnya : pemanjatan tebing tondoyan kaltim (2012), tebing ilas merah kaltim (2014), pengarungan sungai sekuleh aceh (2012), sungai kluet (2014), pendakian puncak gunung2 tertinggi di 7 benua (7 summits expedition) tahun 2011-2013, ekspedisi garis depan nusantara (mendatangi dan mendata 92 pulau terluar indonesia) 2010-2012, ekspedisi terbang solo trike sabang sd merauke (2007-2008)

traventure.forumindonesiamuda.org_7summits

7 Summits Expedition

traventure.forumindonesiamuda.org_Pemanjatan tebing tondoyan kaltim (2012)

Pemanjatan tebing tondoyan kaltim (2012)

traventure.forumindonesiamuda.org_Susur Pantai

Susur Pantai

Pendidikan : kegiatan pengabdian dalam pendidikan alam bebas di Jawa Barat dan luar Jawa Barat. Baik pendidikan dalam bentuk pelatihan (sekolah pendaki gunung wanadri, sekolah ESAR wanadri) atau pengajaran (pengajaran ke sekolah-sekolah dan kampus-kampus).

Kemanusiaan : wanadri selalu berupaya berpartisipasi pada operasi SAR (Search and Rescue) di alam bebas juga misi kebencanaan. Yang terakhir : SAR mahasiswa ITB di pegunungan pangalengan, SAR mahasiswa ITB di sungai cikandang, SAR orang hilang di merapi, SAR sukhoi di Salk, SAR pesawat cessna hilang di gn. Ciremai.

Lingkungan : sejak th. 2009 Wanadri bekerjasama dengan BBKSDA JABAR mengelola kawasan konservasi masigit kareumbi di perbatasan Garut, Bandung dan Sumedang.
Sesi tanya jawab

Yulia Latifah

  1. Adakah pengalaman selama mengikuti Wanadri di mana pengalaman tersebut menjadi pengalaman yang paling menakutkan, menegangkan, atau bahkan hampir mendekati maut? Soalnya yang aku denger soal wanadri diklatnya serem.

Jawab:
Pengalaman menegangkan atau mendekati maut hampir selalu ada di cerita2 perjalanan Wanadri. Pernah juga kami kehilangan saudara-saudara kami baik di medan latihan / saat operasi lapangan. Karena kegiatan kami bukan lagi mengandung bahaya melainkan mengundang bahaya, kami selalu berupaya mempersiapkan kegiatan sebaik-baiknya. Perjalanan 3-5 hari bisa 2 minggu disiapkan. Perjalanan 10 hari bisa 2 bulan disiapkan. Perjalanan sebulan bisa 8 bulan disiapkan. Bahkan untuk perjalanan besar, hingga bertahun-tahun.

  1. Oh iya tadi sempet ada tulisan ‘pendidikan dasar’ dan ‘pendidikan lanjutan’ , nah memangnya ada berapa tingkatan pendidikan Wanadri itu?

Jawab:

Pendidikan dasar wanadri (PDW) dilakukan 2-3 tahun sekali sebagai media masuknya anggota baru. PDW berjalan selama 28-30 hari full dimana setiap siswa menjalani pendidikan karakter dan dasar kemampuan alam bebas melalui media2 gunung, hutan, sungai, tebing dan rawa laut. Setelah PDW, siswa diangkat menjadi Anggota Muda, dan selanjutnya menjalani pendidikan lanjutan sebelum diangkat menjadi anggota biasa.

Pendidikan lanjutan berlangsung kurang lebih selama 1,5 – 2 tahun dengan pendalaman kemampuan2 alam bebas yang ditutup dengan pembuatan kegiatan besar perjalanan/ekspedisi atau lainnya.

traventure.forumindonesiamuda.org_pdw_3 traventure.forumindonesiamuda.org_pdw_1 traventure.forumindonesiamuda.org_pdw_2

Dokumentasi saat Pendidikan Dasar Wanadri (PDW)

  1. Ka Ardi tadi menyebutkan bahwa untuk melakukan perjalanan baik dalam waktu sedikit ataupun banyak membutuhkan persiapan yg cukup matang. Boleh diberikan contohnya kah kak kegiatannya contohnya apa dan persiapannya berupa apa aja?

Jawab:

Persiapan kemampuan teknis dan kerjasama tim. Selain persiapan-persiapan non teknis seperti perizinan, keuangan dan lain-lain. Kemampuan teknis mulai dari kesiapan fisik, manajemen perjalanan, manajemen logistik dan teknis sesuai jenis kegiatan masing-masing (gunung, arung sungai, panjat tebing, dll).
Mandira Bienna Elmir

  1. Pas jadi tim sar itu sebagai wanadri ya kak? Ada kisah seru/tak terlupakan slama jadi tim sar orang hilang? Ceritain dong

Jawab:

Iya sebagai tim dari Wanadri. Pengalaman seru sih ada, tapi dalam misi SAR kami punya tanggung jawab besar. Bagaimana untuk menemukan orang yang hilang di dalam hutan/alam lainnya dengan selamat.. Walau tidak jarang ada juga yang sudah meninggal..

Kalau survivor (orang yg hilang) bisa ditemukan dalam kondisi selamat, kita seneng sekali.. Untuk menemukannya kita perlu bertindak seperti detektif di film2. Mencari jejak, mencari motif.. Bayangin aja hutan yang sangat besar itu kalau salah perhitungan dan analisa, bukan survivornya ketemu tapi tim pencarinya yang nambah jadi hilang.

Tahun 2013 pernah kami membantu mencari pendaki bule yang hilang di Gn. Merapi, setelah sekian hari ketemu dalam kondisi selamat. Tahun 2013 juga, kami membantu mencari mahasiswa ITB di pegunungan pangalengan yang hilang. Kami baru menemukan setelah sekitar satu bulan dan dalam keadaan meninggal. Sedih rasanya.

  1. Ada batasan berat dan tinggi badan engga buat gabung wanadri?
    Jawab :
    Wanadri terbuka bagi segala orang dari segala latar belakang pendidikan, daerah, agama, bahkan tinggi dan berat sekalipun. Asal umurnya sudah 17 tahun dan lolos seleksi fisik, medis, psikologi, bisa mengikuti pendidikan dasar wanadri.

Kebanyakan kendala di pendidikan dasar bukan karena fisik atau bahkan berat badan. Tapi mental.  Mental bersabar long march di hari pertama lewat  jalan raya dari Bandung ke tangkuban perahu lalu lanjut ke situlembang.. Biasanya berangkat subuh dan sampai subuh lagi. Mental tabah berlatih di medan rawa laut yang panas serta berlumpur beberapa hari. Mental disiplin untuk membangun bivak yang benar dan tidak bocor bila malam terkena hujan. Pelatih dan panitia hanya menyediakan medan dan pola latihan. Sisanya, biar alam yang melatih anak-anak muda tangguh itu.

Tidak banyak interaksi antara pelatih dengan peserta. Apalagi ‘dijailin’ ala ospek senior yang dendam ke junior. Boro-boro mau ngejailin, pelatihnya juga di medan latihan perlu ngejaga diri sendiri hehe. Ada tes fisik dan medis minimal. Sisanya mental yang berbicara. Pendidikan Dasar 2014 kemarin, dari 170 siswa yang berangkat  bandung, 140 siswa yang selesai. 30 tidak selesai kurang lebih 10 org karena medis, 20 org lainnya karena mengundurkan diri. Yang mengundurkan diri sebagian besar hasil tes fisiknya bagus-bagus, ada yang jauh lebih bagus dari yang lulus.. :)

traventure.forumindonesiamuda.org_pdw_peserta_perempuan

peserta Perempuan Pendidikan Dasar Wanadri 2014

  1. Sampai kapan menjabat sebagai ketua Wanadri? Kapan Wanadri membuka oprec anggota kembali?

Jawab:

Ardy menjabat sebagai ketua pada kepengurusan saat ini sejak November 2014 sampai November 2016. Di PDW 2014, dari 144 anggota baru, 16 diantaranya wanita. Pendaftaran selanjutnya tengah tahun depan atau awal tahun 2017. Wanadri sedang melihat dan menerka kondisi cuaca ke depannya.

 

Qadrjatsiah Elmir

  1. Katanya tadi Wanadri banyak mengajarkan nilai-nilai positif ya. Nah kalo yang ardy rasakan sendiri apa aja perubahan positif dalam diri Ardy setelah mengikuti Wanadri ini, yang kira-kira ga akan ada dalam diri kalo saja Ardy ga ikut Wanadri?

Jawab:
Lewat Wanadri saya pernah dilatih untuk bertahan hidup pada kondisi alam yang paling minimum (masa latihan survival gunung hutan, 4 hari 3 malam makan makanan dari alam). Dilatih bersabar lewat kegiatan monoton membosankan (masa latihan longmarch dari kota subang ke kota purwakarta 50 km dengan beban bawaan 20-25 kg).

Selain itu saya bisa merasakkan nilai kebersamaan persaudaraan dari orang-orang berlatar belakang pendidikan, ekonomi, agama, suku yang berbeda dengan satu tujuan yang sama. Karena yang suka bergiat alam bebas sangat beragam, mulai dari preman/buronan hingga ustad/pendeta. Mulai dari lulusan sd dari pedalaman, sampai lulusan doktor tengah kota.

  1. Rencananya ke depan gimana, apakah Ardy prefer menjadikan kegiatan berbau-bau petualangan ala ala Wanadri ini jadi mata pencaharian, atau cukup menjadi hobi saja? Alasannya?

Jawab:

Ada beberapa anggota yang bisa mengolah kegiatan petualangan sebagai mata pencaharian. Tapi sebagian besar ini menjadi hobi dan media belajar. Saya pribadi sejauh ini memilih ini untuk media belajar dan menempa diri.

  1. Bapaknya Ardy kan Wanadri juga ya, apakah masih sering berpetualang dengan sesama Wanadri ga? Kalo lagi kayak gitu biasanya sesama Wanadi senior suka ngajak keluarganya masing-masing ga ya biar saling kenal juga? Terus ada impian tertentu ga yang ingin dicapai bersama Bapak (secara sebagai sesama Wanadri)?

Jawab :
Bertualang bersama belum pernah dengan orang tua sendiri, hehe. Tapi dalam kegiatan2 di wanadri, lintas umur seringkali berbaur mulai dari yang umur 20-an hingga 60-an. Apalagi saat pendidikan dasar. Karena sejak persiapan dan pelaksanaan satu bulan, tidak ada panitia/pelatih yang dibayar. Semua sukarela. Segala lintas umur anggota saling janjian cuti/mengosongkan waktu untuk pengabdian mengambil peran. Untuk membawa keluarga, biasanya di acara2 camping pertemuan anggota. Seperti saya dulu ketika umur 5 tahunan hingga sma hehe suka diajak2 😀

Engga ada impian khusus dengan orang tua. Tapi kalo yg saya lihat, orang tua saya kayamya lebih bangga saya sebagai anggota wanadri ketimbang pendidikan2 formal yg sudah dijalani :p heheehe.. Mungkin itu impiannya sebagai orang tua.. 😉

  1. Satu lagi nih. Gimana tanggapan Ardy terhadap kasus seseorang yang jatuh ke kawah Merapi sesaat setelah selfie, dan kasus-kasus serupa lainnya?

Jawab:
Sangat disayangkan. Bermain di alam artinya kita mengundang bahaya. Sehingga tingkat ketelitian dan keamanan perlu ditingkatkan. Salah2, nyawa taruhannya. Jangan sampai alam yang punya keindahan luar biasa dan media berlatih yg baik nantinya dilarang karena kecerobohan orang-orang.. Ambil porsi sedikit dalam mendidik anak-anak muda Indonesia. Kalo dipikir secara logika dan ekonomis, tidak akan masuk. Karena dalam dua tahun kepengurusan, kami bersifat sukarela, namun dengan porsi yg tidak sedikit. Tapi senang rasanya ada anak muda dari daerah yang jauh2 belajar dan merasa ada perubahan. Padahal dulunya ugal-ugalan hidup engga jelas.

  1. Apakah Wanadri itu mempunyai semacam cabang di berbagai wilayah?

Jawab:

Wanadri berpusat di Bandung. Ada sekretariat perwakilan di Jakarta. Sedangkan di daerah-daerah, kami engga ada cabang. Rekan-rekan daerah dari Sumatera, Sulawesi, Maluku biasanya yang datang ke Bandung untuk ikut belajar disini. Sebagian besar anggotanya memang domisili jabodetabek dan bandung raya dan yang dari daerah biasanya berdomisili sementara di bandung sampai masa pendidikan lanjutan selesai.

Wanadri pernah melakukan ekspedisi 7 summits dan juga sudah menerbitkan buku tentang jelajah pulau-pulau di Indonesia. Buku ini dibagi menjadi 3 buku: Indonesia Barat – Indonesia Tengah – Indonesia Timur. Untuk melakukan kegiatan-kegiatan, Wanadri meminta dukungan dari pemerintah, BUMN, donatur personal dan perusahaan-perusahaan swasta. Lain-lain untuk operasional dari iuran dan sumbangan anggota.

Wanadri juga akan melakukan pelatihan singkat, untuk info lebih lanjut bisa follow instagram @humas_wanadri, twitter @humas_wanadri dan facebook Wanadri (fanpage), humas wanadri (akun).

Untuk menutup diskusi malam tersebut, Ardy menyampaikan pesan untuk para Pemuda di Indonesia. “Jangan sia-siakan masa muda dengan kegiatan sia-sia yang tidak memberikan manfaat baik buat diri sendiri atau lingkungan. Indonesia sangat kaya bagi orang-orang yang ingin belajar dan menempa diri lewat berbagai wadah belajar baik formal maupun informal. Tinggal pilih dimana kita mau belajar, termasuk lewat alam terbuka. Selamat belajar dan menempa diri, anak muda!”

Semangat terus ya, Traventurer!

Salam Traventure,

When value of the journey is our destionation!