Sharing Session

Perjalanan Nekat Solo Traveling Keliling Indonesia ala @Catatanbackpacker

Judul Sharse                : Perjalanan Nekat Solo Traveling Keliling Indonesia ala @Catatanbackpacker

Hari/ Tanggal              : Minggu/ 29 September 2015

Bomber                       : Ashari Yudha Pratama Putra

Moderator                   : Yulia Latifah Sulistyaningsih

Notulen                       : Musthofa Khuzein Rangkuti

 

Sharse kali ini merupakan sharse yang dikemas dengan Open Discussion, bukan hanya member FC 8 Traventure saja bisa ikutan diskusi  melainkan siapapun yang tertarik dengan traveling dan adventure. Dengan catatan sudah mendaftar dengan Narahubung  yang sudah tersedia, juga selagi ketersediaan tempat dengan maksimal 100 orang. Diluar ekspektasi sekali karena ternyata kuota 100 orang full saat H-1 sharse, bahkan ada 100 orang waitinglist yang sangat tertarik untuk ikut sharse. Hal ini dikarenakan informasi Open Discussion ini membludak setelah Kak Yudha si bomber kita minggu ini memposting informasinya di instagram @CatatanBackpacker.

traventure.forumindonesiamuda.org_poster_catatan_backpacker

Ashari Yudha Pratama Putra , pemuda kelahiran Jakarta, 13 November 1991 yang berkuliah di Teknik Geologi Universitas Padjajaran, Bandung akan menjadi Bomber di Open Discuss ini. Yudha adalah sapaan akrab nya merupakan solo traveling addict sekaligus admin cowok dari catatan backpacker, sebuh akun instagram yang fenomenal untuk para penggila traveling. Untuk info lanjut bisa distalking di akun instagram @catatanbackpacker atau langsung ke  www.catatanbackpacker.com

Coba perhatikan gambar berikut!

traventure.forumindonesiamuda.org_catatan_backpacker_1

Nah, itu dia penampakan doi yang akan berbagi cerita kali ini. Saat ini doi sedang libur traveling, karena sedang sibuk berkutat dengan skripsi mengejar sidang di bulan Oktober ini. Doakan Yudha ya! Indonesia yang memiliki 34 provinsi, saat ini hanya 7 provinsi yang belum dikunjungi. Sisanya berarti sudah pernah disinggahi selama 24 tahun hidup di dunia. Yudha juga memiliki beberapa destinasi impian berikutnya setelah skripsi selesai yaitu Wamena, Papua, dan Kepulauan Mentawai. Pemuda yang berdomisili di Depok ini, selain traveling ternyata memiliki hobi lain seperti bermain musik, membaca buku, dan juga ngejailin orang.

Opening session dimulai……

Setelah meminta izin kepada pak supir untuk menumpang ke Surabaya beliau menjawab “Ya! Silahkan saja Dek, saya ke Surabaya nih. Temani saya ngobrol saja, tapi lama perjalanan ga masalah kan?” jawab seorang Pak Supir, setelah gagal beberapa kali mendapatkan tumpangan. “Ga masalah pak, saya sudah biasa” jawabku. Ketika naik kapal ferry saya tidak perlu membayar tiket karena dianggap kenek oleh para petugas. Saya agak takut sebenarnya, karena saya pernah ketangkap basah menjadi kenek palsu, dan saya di giring ke Kantor Polisi Air untuk dimintai keterangan saat saya menyebrang dari Sumbawa ke Flores saat awal perjalanan saya.

traventure.forumindonesiamuda.org_catatan_backpacker_2

Saya segera ngumpet di dalam bak truk ditutup terpal, rasanya pengap, panas, keringat, bercampur dengan bau harum biskuit membuat saya cukup mabuk saat pemeriksaan tiket. Setelah pemeriksaan tiket selesai, saya kembali ke dek atas ferry dan mengambil udara segar dan mengobrol dengan bberapa warga lokal disana, sambil membakar waktu selama 6 jam menyebrang.

Sesampainya di pelabuhan Sape, supir segera melajukan mobilnya menuju pelabuhan Kayangan. Selama 1 hari 1 malam kami melintasi Sumbawa. Dari mulai Bima, Dompu, hingga Sumbawa Besar saya lewati. Jujur, saya hanya mandi 2x selama trip 4d3n via truk. Saya ingat saat itu pukul 2 malam. Supir merebahkan badannya di Gazebo khusus untuk beristirahat. Saya belajar dari sini, bahwa menjadi supir tidaklah mudah.

Sampailah kami di pelabuhan Pototano, Sumbawa. Kami menyebrang dengan ferry, dan lagi-lagi saya tidak mengeluarkan biaya. Malah, diberikan karcis gratis, teh/ kopi jatah supir oleh Supir untuk ditukarkan ke Kantin. Ketika tiba di Lombok, saya mengalami pengalaman yang menurut saya cukup religius. Saya dari tadi memperhatikan, dari awal Sang Supir selalu membaca doa setiap berangkat, serta ada buku doa yang terletak di dashboard, dan kalung salib yang terletak di spion tengah. Sang Supir juga sempat memberikan saya waktu untuk shalat Jumat di Lombok, negeri sejuta mesjid. Sampai-sampai sang Supir memberhetikan truknya untuk memberi saya waktu shalat Jumat. Entah mengapa, pemikiran semua orang tentang supir truk itu adalah orang jahat, hanya tau wanita, dan tau judi, hilang begitu saja.

Kami kembali berjalan ke Bali setelah 4 jam menunggu, dan kembali naik ke ferry selama 4 jam. Saya lagi-lagi tidak membayar tiket ferry, tapi kali ini saya santai di atas ferry karena tidak adanya pengecekan tiket. 1 malam saya lewati di Bali, saya ingat suatu malam, pukul 11 saya terbangun dan melihat supir sedang makan disebuah rumah makan. Merasa lapar, saya segera masuk ke dalam rumah makan dan mengambil nasi serta lauk. Saat saya mengambil lauk, tiba-tiba ada yang berteriak sangat keras.”Heyyy! Jangan ambil Makanan!!!!!”

Saya kaget sekali, sampai hampir saja membuat piring saya jatuh.”Lho, kenapa Bang?” tanyaku. “Kamu muslim kan? Kamu tidak bisa makan daging itu, Yudh!” kata Sang Kenek. Tangan saya bergetar sedikit, padahal lauk sudah tumpah keatas nasi. Sayapun lalu meminta izin dengan yang punya Warung, ternyata yang punya Warung tidak mempermasalahkan dan saya tidak perlu membayar. Memang, di Bali makan harus hati-hati.

Kamipun segera melintasi Bali, dan sampai di Gilimanuk. Lagi-lagi saya menyebrang dengan gratis, dan sesampainya di Ketapang, kami langsung melanjutkan lagi sampai ke Surabaya. Saya hanya tidur2an, mengobrol, dan tidur kembali. Tidak bisa yang namanya update status atau otak atik Path karena saat itu Iphone saya tenggelam di Laut Flores, dan saya pulang ke Bandung menggunakan hp apa adanya, yang saya pinjam. Tak lama, sampailah saya di Surabaya.Saya menyelipkan uang rokok sebagai tanda terima kasih kepada Pak Supir dan Kenek, karena telah menemaniku selama 4 hari 3 malam ini di Truk.

Kami berbagi keceriaan bersama, kadang si supir mengantuk saya harus menemani mengobrol. Kadang supir juga suka marah ke Kenek, saya hanya senyum saja.Sering sekali pantat saya terasa sakit karena duduk di kursi tengah yang notabene bukanlah tempat duduk yang layak. Segala macam rasa saya rasakan selama 4 hari itu, panas, dingin, senang, kesal, bangga, dan banyak sekali pelajaran hidup yang bisa saya dapatkan dari Pak Supir saya saat itu. Terima kasih, Dosen Perjalananku.

Pelajaran yang dapat dipetik : Jangan pernah meremehkan apa yang dikerjakan orang lain. Meskipun dia hanya seorang pekerja yang dianggap sebelah mata, termasuk kenek dan supir. Kita tidak akan pernah tahu apa yang mereka rasakan.Saya berani jamin, pengalaman hidup dan asam manis kehidupan yang mereka rasakan membentuk kepribadian mereka yang keras, jauh di atas pengalaman hidup kita semua,yang terbiasa dengan hidup di bisingnya kota dan gemerlapnya dunia.

Ini merupakan cerita unforgetable moment doi  ketika Hitchiking Truk 4D3N Labuan Bajo – Surabaya untuk memulai diskusi kali ini. Terlihat bahwa antusiasme dari Bomber sangat tinggi, begitu juga dengan para teman – teman diskusi dengan melemparkan beberapa pertanyaan yang terpaksa harus dipilihkan oleh moderator.

Sebelum sesi Tanya dari teman – teman OD, moderator melemparkan pertanyaan pertama sabagai stimulus untuk pertanyaan berikutnya.

Solo backpacker yang sudah kaka lakukan menghasilkan akun instagram @catatanbackpacker yg super eksis zaman sekarang ini. Nah, pasti ada alasannya dan  Apasih alasan dibalik itu semua dan adakah alasan khusus asal muasal solo backpacker itu?

Dengan sigap doi menjawab  bahwa asal muasalnya sebenernya terinspirasi dr almarhum bapak saya sendiri. Jadi waktu itu bapak  saya yang merupakan  perantau memberikan dua pesan. Sebenernya sudah ada dalam bentuk bentuk cerita dan ini dia ceritanya.

“Abang, ini pesan terakhir Papa.”

Dua pesan dititipkan kepadaku saat itu. What? Apa kamu tahu perasaanku saat itu, dimana seseorang yang kita sangat cintai akan meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Aku hanya tersenyum saat itu, mungkin Papa cuma mengigau. Tetapi senyumnya benar-benar meyakinkanku. Tak lama, beliau meninggalkanku.

Itulah alasan kuat mengapa aku pergi jauh. Jauh dari rumah, jauh dari keluarga, selama beberapa bulan. Pergi melihat alam yang luas, bertemu dengan banyak orang baru, dan menikmati setiap kearifan lokal yang ada. Seperti mendiang  dilakukan mendiang ayahku. Ya, Ayahku seorang perantau. Beliau hampir menyambangi semua pulau-pulau utama di Indonesia, terkecuali tanah Papua.

Sedangkan aku dan Ibuku? Ibuku sangat over protective. Jujur, aku merupakan anggota pecinta alam saat Sekolah Menengah Akhir.Tetapi, ibuku membuat aktivitasku agak sedikit terhambat. Dari dulu, memang aku senang traveling. Diajak oleh Ayah untuk mendatangi kampungnya di Samarinda, mengelilingi Sumatera dari Lampung hingga Padang, hingga Kapal Pelni pertamaku saat aku masih Sekolah Dasar. Bisa dibilang, Ayah mendidikku untuk mandiri dan tidak takut untuk keluar dari rumah.

Setelah Ayahku tiada, aku melakukan apapun untuk menuntaskan pesan terakhirnya. Aku memulai semua perjalananku ini dengan menabung. Aku sadar, aku tidak bisa lagi meminta uang bulanan seperti saat Ayah masih ada. Aku mulai berusaha sendiri, pastinya untuk membayar uang kuliah dan uang makanku.

Saat pulang dari kampus, aku melihat gerobak kue yang bisa dibilang cukup ramai.Ya, aku memulai usahaku dari berjualan kue dan gorengan dikampus. Setiap hari, aku mengambil gorengan dan kue, lalu aku berkeliling kampus untuk menjajakan gorenganku. Pernah suatu ketika di salah satu Fakultas, aku di ejek karena pekerjaanku. Aku tidak pernah ambil pusing, karena apa yang aku lakukan ini merupakan langkah awalku untuk memulai semuanya.

Ternyata, cara berjualan di Kampus cukup baik, hingga daganganku ramai dan aku beralih menjadi penjual roti isi dari sebuah Bakery terkenal di Kota Bandung. Setiap harinya, aku menjajakan dua buah kotak berisi puluhan roti isi, dan dalam waktu 3-6 jam, semua ludes habis dibeli. Dari mulai mahasiswa, tata usaha, hingga dosen. Semenjak berjualan roti, aku hanya berjualan di fakultasku saja.Wajar, mereka mengenalku dengan sebutan Yudha Roti.

Keuntunganku cukup besar perharinya. Aku bisa makan 3x sehari dari hasil daganganku. Tak perlu malu dengan pekerjaan sampinganku saat ini.”Aman kalau seperti ini terus, aku bisa menabung untuk meneruskan pesan Ayah” pikirku saat itu.

Suatu hari, ada temanku yang memiliki masalah dengan laptopnya.Aku cukup paham dengan komputer, bahkan aku pernah membuat website sendiri. Jujur, aku juga salah satu founder dari forum Hacker yang aktif di dunia IT. Aku pun membantu temanku untuk memperbaiki laptopnya, dan saat itu aku menemukan ide baru untuk menunaikan pesan terakhir Ayahku.

Ternyata, teman-temanku puas dengan jasa servis laptopku.Tak lama, jasa servisku berkembang pesat. Dari mulut ke mulut, dari awalnya hanya teman satu fakultas, hingga ke kampus lain. Aku sangat tidak menyangka, bahwa banyak sekali orang yang masih bermasalah dengan laptopnya.

Aku mulai mencoba mengembangkan lagi bisnisku. Kutinggalkan usaha jual roti dan gorengan, aku konsentrasi di usaha servis laptop. Aku bahkan mendatangi beberapa pusat reparasi laptop untuk belajar langsung dengan pakarnya. Tak lama, aku punya rekanan untuk servis laptop, seorang profesional. Bahkan, aku membuka cabang baru, yaitu servis handphone.

 

Aku mengerjakan semua servisan di kamar kostku. Kalau boleh jujur, pernah ada 10 laptop dan 6 handphone yang masuk servis dalam satu hari. Setiap bulannya aku meraup untung yang lumayan. Sebagian kutabung untuk pesan Ayahku. Sama sekali nggak pernah menyangka, usahaku bisa seperti ini. Masalah ya selalu ada saja, seperti aku tidak sengaja malah merusak LCD yang baru kubeli, salah solder, dan  lain-lain. Namanya juga orang usaha.

traventure.forumindonesiamuda.org_catatan_backpacker_3

(usaha service laptop dan hp di kosan)

Setelah tabunganku tercukupi, aku melakukan solo travelingku yang pertama yaitu mengelilingi beberapa negara di Asia Tenggara, yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand. Aku menghabiskan waktu selama 3 minggu, Kebanyakan menghabiskan waktu di Thailand mencapai 2 minggu lebih. Di Bangkok, aku bertemu seseorang yang bernama Putri. Dan Putri inilah yang membantuku untuk semakin dekat dengan Pesan Ayahku

“Kamu hobi traveling Yud? Kalau kamu suka, kamu bisa jadi partnerku.” kata Putri.”Maksudnya Ti?” aku menyahut karena kebingungan. “Aku punya usaha travel online, kamu mungkin bisa bantu aku membawa orang, alias jadi tour guide.” ujar Putri. Aku tersenyum lebar saat itu. Tak menyangka, Putri ingin memberiku pekerjaan sampingan yang sangat mengasyikkan! Aku pun mengiyakan, dan setelah pulang dari solo tripku, aku memulai usaha travel onlineku- dan aku menjadi seorang tour leader. Wall Facebookku dan Twitterku penuh dengan promosi.

Tidak menyangka, aku bisa mendapatkan kesempatan untuk membawa banyak peserta dari Putri. Dimulai dari Kepulauan Seribu, Ujung Kulon, Dieng, Lombok, hingga ke Flores. Dari hasil menjadi tour guide itulah, aku kembali menabung untuk melakukan perjalanan menunaikan amanah Ayahku.

Setelah merasa cukup, lalu aku memulai perjalananku. Kembali lagi untuk solo traveling, dan dalam jangka waktu yang lebih lama. Dan memulai dengan gaya traveling ala backpack, mungkin bisa dibilang superbackpack alias kere banget haha.

Aku memulai perjalananku dengan rute yang cukup panjang. Aku mengelilingi Pulau Jawa beserta Karimun Jawa, lalu setelah itu menikmati Pulau Bali, setelah itu Lombok dan tiga Gili menjadi sasaranku. Setelah menikmati Lombok, aku melanjutkan ke Sumbawa dan mampir di banyak tempat. Lalu menikmati Nusa Tenggara Timur, dari Flores, ke Timor, hingga ke Rote. Kemudian  melanjutkan perjalanku ke banyak daerah lain di Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua. Aku tidak pernah menyangka, bahwa akan seperti ini jadinya. Perjalanan yang awalnya hanya satu langkah, tak terasa sudah ribuan langkah kujalani. Sesuai dengan obsesi atau mimpiku, mengelilingi semua provinsi di Indonesia sebelum berumur 25 tahun.

Dan sampailah pada saat ini, dimana aku membuat Blog CatatanBackpacker, untuk sharing tentang perjalananku selama ini, agar bisa menjadi catatanku untukku, dan bermanfaat untuk orang lain. “Bapak ingin kamu jadi enterpreneur agar kamu bisa menjaga Ibumu, dan Bapak ingin kamu mencoba untuk keluar, lihatlah jendelamu, mengintiplah. Berpetuanglah, seperti Bapak dulu merantau. Kelilingilah Negeri ini, niscaya kamu akan mempelajari hal-hal yang sekolah dan Bapak tidak pernah ajarkan sebelumnya.” – Alm Asmiril Anwar

 

SESI TANYA JAWAB

Sesi Pertama

  1. Edwin

Bang bagaimana caranya memberi keyakinan kepada  orang kalau kita itu cuma mau cari tumpangan saja, soalnya tidak semua orang meninilai kita sebagai orang baik?

Jawab :

Pertanyaan bagus! Sebenernya mencari  tumpangan itu kadang – kadang susah dan juga kadang – kadang mudah. Pernah hampir menunggu selama 4 jam dipinggir jalan karena menolak untuk ditumpangi. Kalau untuk meyakinkan orang, pasti pertama yg diliat itu penampilan kita dulu. At least, kita harus ;

  1. Bersih, dan tidak amburadul, atau terlihat seperti gembel yang membuat orang malas untuk memberi tumpangan.
  2. Senyum , dan pastikan ada kontak mata dengan pak supir.
  3. Langsung to the point, Misalnya “Pak, bapak mau ke arah mana? Kalau satu arah bolehkah saya ikutan?”
  4. Mengambil tempat ataupun lokasi yang tepat umtuk menumpang, karena posisi menentukan prestasi.
  5. Sisanya, Berdoa untuk diberikan tumpangan sampai tujuan.

Sedikit  tambahan  untuk menumpang lebih efektif , jika kita sendirian atau maksimal berdua. Karena kenek dan supir  juga takut kalauu lebih dari itu. Apalagi kalau memiliki  badan yang sedikit lebih besar dan membutuhkan tempat yang lebih . Dan jangan pernah mengeluarkan barang – barang berharga seperti kamera SLR saat perjalanan didalam truk , kecuali HP yang memang harus digunakan. Karena akan memungkinkan para kenek dan supir meminta duit, dan menjadi bukan tebengan lagi. Saat perjalanan kita harus mencoba jadi teman mengobrol yang baik. Saya selalu menyisihkan waktu 2 jam untuk bercerita dan mendengarkan semenjak masuk mobil, baru berusaha  untuk tidur.

  1. Hani

Aku mau tanya pengalaman kak yudha saat perjalanan di beberapa provinsi /daerah yang berbeda, Apaah pernah mengalami situasi krisis atau konflik dengan sama warga, karena budayanya berbeda – beda?

Jawab  :

Halo Hani! Pernah, waktu itu saya mengalami kejadian jelek,  saat ditangkap polisi di Pulau Rote karena disangka teroris, juga pernah terkena  semacam hukum adat di NTT (aku ga sebutin daerahnya) karena waktu itu melanggar hukum adat disana. Mau yang mana nih?

Yang kedua saja bang, soalnya sedang dan suka sekali dengan masalah budaya.

Okay, Ketika itu aku menginap di sebuah desa, yang letaknya jauh dari jalan utama, dan merupakan rumah penduduk setempat. Hari pertama sesaat pulang dari keliling bersama abang pemilik rumah dan hendak masuk rumah, tiba – tiba abangnya memberhentikan saya, dan menyuruh jangan masuk rumah dulu. Dan aku terheran kenapa tidak boleh masuk ?

Ternyata, aku disuruh untuk buang air kecil diluar rumah.Katanya, kalau tamu atau orang luar yang datang diharuskan buang air kecil diluar rumah, untuk membuang sial gitu. Diluar rumah,terdapat bilik yang hanya tersedia lubang biasa dan harus buang air kecil disana. Dan saat itu juga aku menurutinya. Dan masuk rumah dan tidak terjadi apa – apa.

Keesokannya, aku jalan dan keliling lagi tanpa ditemani dan sesaat pulang ke rumah aku mengingat bahwa setiap kita dari luar luar rumah dan jika itu keliling jauh, maka harus buang air di luar. Aku mikir waktu itu “ngapain buang air kecil disaat yang tidak ingin “. Dab terakhirnya buang air kecil di bilik samping, dan langsung masuk rumah, bersih – bersih badan dan langsung tidur.

Nah, tiba- tiba aku mimpi yang seakan – akan mimpi itu adalah kejasian nyata. Mimpinya itu aku sadar kalau aku memang tidur dikasur yang sama, tetapi semuanya berubah. Kasurnya menjadi kayu dipan, temboknya berubah jadi kayu rotan, dan lampu berubah seperti obor. Suasana rumah  ituseperti rumah tua. Dengan lantai yangseharusnya semen, menjadi tanah rata.

Aku bangun dan seketika heran ,” ini dimana?” Perasaanku memang  tidur dirumah yang biasa (rumah kayu) dan sekarang menjadi seperti gubuk tua. Saya ingat bahwa saat itu ada meja yang diatasnya terletak gambar nenek – nenek yang memegang bayi.

Aku tidak tahu, siapa itu nenk karena yang ada hanya abang  yang punya rumah. Tiba – tiba ingin membuang air kecil, dan otomatis mencari WC didalam rumah, tetapi toilet yang semula tidak ada lagi. Akupun bingung , dan saat itu juga ada yang memanggil aku dari belakang.

“Nak..” dan aku menoleh dan melihat kebelakang , ada SESOSOK MUKA NENEK TU YANG BENAR – BENAR SERAM, dengan MATANYA MELOTOT MERAH, dan LIDAHNYA KELUAR!

Aku langsung kabur dan keluar rumah itu yang kondisinya sangat gelap.Diluar rumah kondisinya juga gelap dan merupakan hutan.Dan aku kaget karena si NENEK masih saja mengejar dari belakang.Dan tiba – tiba aku melihat sebuah cahaya yang berasal dari bilik yang berada diluar yang merupakan tembat buang air kecil yang diharuskan.Aku langsung berlari kesana, dan disana hanya ada lubang tanah itu.Dan sudah tak tahan ingin buang air kecil, langsung saja aku buang. Dari lunang itu keluar TANGAN !Dan aku sangat kaget.

Setelah itu, akupun bangyn dan sadar semua itu hanya mimpi dan langsung mengucapkan Alhamdulillah.Aku merasakan ada orang dibelakangku dan ternyata itu adalah si abang , dan langsung bilang “Sudah ketemu sama si Nenek belum?”. Akupun kebingungan  dan tidak bisa menjawab apa – apa. Dan aku mencoba menggali kejadian itu dan ternyata ada kisah mistis folklore daerah itu.

Menurut aku, ini adalah konflik karena aku melanggar aturan rumah, yang seharusnya tamu harus Buang air kecil terlebih dahulu untuk membuang sial. Namun,  akumelanggarnya. Jadi lain kali kalau kita sedang traveling harus mengikuti aturan daerah yang ada supaya tidak terjadi kejadian seperti ini.

Kata si abang pemilik rumah, selama aku dalam keadaan tertidur, si Nenek itu menempel dipunggungku.

Tapi masih tetap penasaran bang, adakah  penjelasan tentang  nenek itu siapa sebenernya?

Menurut cerita si abang yang punya rumah bahwa dulunya  Nenek itu adalah seorang dukun beranak didaerah itu.Tapi tidak tahu apakah si nenek memakai ‘ilmu’ atau apa dan beberapa anak disana memiliki keterbelakangan mental.Akhirnya si nenek diasingkan,dan meninggal ditempat pengasingan, dan juga penguburannya disana. Dan katanya kalau orang baru memang suka diganggu oleh si nenek. Aku juga tidak mengerti ,tapi rasanya nyata sekali.

Namanya juga cerita folklore daerah, dan aku percaya saja.Meskipun itu semua diluar nalar kita. Waktu itu tim portrait Indonesiasaat keliling Sumatera dan  dibelakang mobil ditemplokin oleh setan yang matanya merah, dan semua yang di mobil merasa kaget sekali. Jadi setiap daerah memiliki kisah masing – masing.

 

  1. Fahmi

 

  1. Yudh, kamu keliling nusantara karena wasiat pesan dari almarhum bokapmu, Kalau untuk kamu sendiri, setelah wafat nantinya legacy/wasiat/pesan utama apa yang sebetulnya mau kamu sampaikan sama orang – orang dari perjalanan mu ini?

Jawab:

Sebenernya, ini misi sendiri. Awalnya dahulutidak ada niat untuk membagikan atau sharing. Aku baru mulai sharing catatan perjalanan semenjak menginjakkan kaki di Raja Ampat, karena setelah dipikir sayang sekali kalau tidak dibagikan kepada orang lain untuk ikut menikmati juga. Pesannya aku inhin sekali orang – orang sadar bahwa di Indonesia masih banyak orang baik, dan lokasinya juara sebagai tempat destinasi, dan kekayaan yang tidak bisa dihitung dengan jari. Berhubungan dengan cara travel yang aku lakukan untuk selalu berbaur dengan masyarakat lokal. Traveling itu sarana untuk belajar, bukan hanya untuk bermain saja. Kalau misalnya nantinya sudah dua bulan mengunjungi pantai, gunung, dan lain- lain sudah bosan. Ingin banyak cerita dengan mengikuti budayanya. Serius deh, dimanapun pantainya kelihatan sama.Akan tetapi kalau setiap orang berbeda dari setiap daerah.

  1. Kamu belum nikahkan? Saat kamu sudah nikah nanti (kalo punya niatan), apakah ada penyesuaian “metode pembelajaran melalui perjalanan” yang akan kamu lakukan? Atau mungkin kamu justru memppertimbangkan mempertimbangkan hidup nomaden dalam berumahtangga? Hehehe…

Jawab :

Halo bro Fahmi. Mantap dan pertanyaan nya the best ini! Mumpung sedang dalam mencari calon untuk berumah tangga haha, akan aku tanggapi. Kalau hidup nomaden sepertinya tidak dan menginginkan hidup normal memiliki tempat tinggal yang tetap. Namun, setiap sebulan atau dua minggu sekali harus melakukan traveling. Dan anak nantinya belajar di alam, tapi melihat kondisi bagaimana dunia traveling nantinya yang rentan berubah. Yang paling penting menikmati hidup.

traventure.forumindonesiamuda.org_catatan_backpacker_4

 

  1. Ulul
  2. Dalam melakukan perjalanan apakah semuanya murni biaya sendiri dari hasil menabung atau ada sponsor, partner, dan sebagainya yang membantu masalah biaya?

Jawab:

Dahulu saat melakukan perjalanan yang memakan waktu berbulan – bulan itu masih tidak ada sponsor. Semua dana yang digunakan adalah hasil menabung dari jualan, dan juga menjadi tour leader dan servis laptop. Benar- benar meniatkannya karena sudah menjadi target. Alhamdulillah semenjak kepulangan, ada yang mau memberikan  support untuk jalan – jalan.

  1. Boleh minta tips menghemat biaya agar bisa untuk traveling, kuliah, dan biaya hidup?

Jawab :

Kalau untuk traveling, kuliah,dan biaya hidup aku cuma  bisa share 1 hal simpel. That is Konsisten. Aku sampai membuat 2 rekening, yang satu rekening untuk kebutuhan sehari – hari dan satu lagi khusus traveling. Nah,yang khusus traveling itu ada targetnya missal sehabis mendapat hasil dari servisan laptop, memasukkan  20rb atau 30rb per servis.

Jadi untuk traveling tidak terganggu. Sisanya untuk biaya hidup dan juga kuliah. Intinya untuk yang masih kuliah , HARGAI SKILL kamu. Kalau kamu bisa masak atau servis atau pinter bikin apa, langsung jadikan usaha. Temanmu tidak akan komplain kok karena kamu juga bisa skill seperti itu pasti keluar biaya juga. Entah browsing beli pulsa atau beli buku. HARGAI SKILL kamu.

Kadang kalau yang namanya power of Mimpi dan Pesan Orang tersayang itu tidak ada yang mengalahkan. Coba dahulu Alm Ayah titip pesan cepet menyelesaikan kuliah, 2 taun pasti menjadi angka yang cepat.

  1. Satrio

Apakah cerita pengalaman pribadi kak yudha yang sudah disampaikan  bisa terjadi pada kita di zaman sekarang, terutama saya yang dari Palembang yang ingin ke Lombok bisa mengeluarkan uang yang seminimal mungkin, dikarenakan mafia diperjalanan sangat lah banyak, dan manusia diluar sana banyakyang belum kita ketahui karakter nya, juga saya belum pernah melakukan perjalanan sejauh dan senekad kak Yudha?

 

Jawab        :

Karena kamu belun pernah mencoba, maka wajib untuk dicoba. Mafia memang banyak, aku pernah menulis  aku pernah di palak karena tidur di halte, dan lain nya. Aku selalu percaya, umur sudah ada yang mengatur.Dengan catatan hati – hati memilih lingkungan dan selalu berdoa.Tuhan selalu bersama para pejalan kok. Jujur saya juga takut awalnya, tetapi sesudah sering bertemu  denganorang baik dan tenyata bawaan nya santai. Jadi tidak seburuk yang kita pikirkan.Solo Traveling juga tidak berarti sendiri banget, aku bertemu banyak orang dijalan dan lambat laun menjadi teman malahan.hihihi.

 

Intinya mau ditempat sejahat apapun, pasti ada orang yang baik.Dan kita juga berusaha jadi orang baik.Menurut saja dengan aturan kampung orang, karena kita adalah tamu atau orang asing bagi mereka.

 

Oiya, mungkin saya belum pernah mengalami sehingga masih banyak pertanyaan yang bermunculan. Jadi inti nya apa yang harus dipercayai untuk awal perjalanan kak, maksudnya seperti tips nya gitu?

 

Yang harus dipercayai?Percayai diri kita sendiri kalau kita memang bisa melakukan perjalanan itu.Kalau kita tidak percaya dan kita tidak bisa melakukannya, maka yang ada adalah kebingungan dan rasa takut yang menghantui diperjalanan kemanapun. Pasti bisa, perempuan  zaman sekarang saja banyakyang melakukan solo traveling, Deva ex admin CB aja sudah 11 bulan dan Novi admin CB sudah 7 bulan tidak balik – balik.Gile bukan?

 

Pusing juga melihat dua perempuan tangguh yang tidak balik atau memang tidak mau nikah kali ya? Hehehehe.

 

Yukkk ..Pede saja, lakukan perjalan saja dulu dan kadang- kadang tidak jadi melakukan perjalanan karena kebanyakan berpikir.Jangan kebanyakan berpikir karena kelamaan berpikir bisa jadi buntu.

 

Sesi Kedua

  1. Exus

            Tujuan jangka panjang perjalannya apa dan Hal lain apa yang bermanfaat bagi orangbanyak selain berbagi info atau photo ,, misalnya dalam ranah social? Terimakasih kak.

Jawab              :

Tujuan jangka panjangnya perjalanan seperti pesan almarhum  bapak, aku dipesankanuntuk jadi enterpreneur (orang yang memiliki usaha sendiri) dan dipesankan untuk keliling indonesia. Nah, tujuan jangka panjangnya menjadi berkelanjutan, aku akan membuat suatu usaha dibidang traveling dan usahanya sekalian keliling Indonesia.Entah apapun itu usahanya.

Hal lain yang bermanfaat dalam ranah sosial, semenjak saya sharing di IG dan medsos lainnya, temen semakin banyak da nada disetiap daerah, istilahnya tersebar.Semakin kita punya banyak teman, maka semakin banyak rezeki. Aku percaya hal itu.

Maksudnya semisal sekarang ini dengan konsep travelling  andteaching gitu, atau mengumpulkan donasi kemanusiaan!

Traveling and Teaching juga bisa untuk social dan juga donasi. Kemarin kebetulan aku juga beberapa kali di undang oleh travel untuk mengisi event traveling sambil teaching gitu dan penanaman pohon. Jadi, memang sebenernya banyak sekali sisi positifnya.

  1. Jenry

Assalamu’alaikum, Kang, selama Akang berkelana itu awal mulanya  bagaimana mengatakannya kepada ibu? Kan sambil skripsian juga tuh, apatidak dimarahin?

Memang pertama kalinya lumayan susahuntuk meyakinkan ibu. Pernah dan memang sempat dimarahi “Untuk apa melakukan perjalanan yang tidak ada mengasilkan apa – apa? Dan akhirnya diberikan izin asalkan niat nya sudah benar untuk melakukannya dan juga berdoa ada hasil yang terbaik.

Alhamdulillah, sampai saat ini perjalanan yang sudah dilakukan membawa banyak hal baik, mulai dari pembelajaran sampai hal yang lainnya.hehe

Sangat menginspirasi sekali kang.Mulai sekarang akang termasuk dalam list tokoh favorit saya. Semoga suatu saat dipertemukan sama akang dan kita berkelana bareng hehe. Sukses kang! Wasalam

  1. Agus Sunan

Apakah ka yudha sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi yang akan menjadi tujuan sudah mempunyai partner di lokasi tersebut?atau langsung ke lokasi dan mencari teman untuk menjadi tempat persinggahan?

 

Terus, pernahkah mengalami kebingungan mencari tempat singgah, karena tidak dapat tempat sehingga terpaksa tidur di pinggiran jalan?

 

Jawab                    :

Dahulu sebelum zaman buat Instagram di Raja Ampat, ada beberapa tempat yang sudah ada kenalan, tapi ada juga yang tidak kenal sama sekali. Kalau tidak ada kenalan terlebih dahulu mampir  ke warung kopi dan mengobrol diasana. Atau mencari mesjid atau mendatangi rumah kepala desa.  Kalau di desa akan aman, tinggal mampir ke rumah Pak Kades dan meminta izin, biasanya berikan izin. Tapi, kalau dikota yang lumayan susah,biasanya aku pergi ke tempat umum seperti mesjid untuk singgah, nantinya  di masjid atau ditempaat umum lainnya dan mengobrol dengan orang setempat dan hasilnya aka nada yang memberikan tumbangan. Memang harus pintar menarik perhatian orang. Hehehe

Aku pernah tidak mendapat tempat tumpangan, saat itu berada  di Bima dan aku tidur di halte pinggir jalan. Berakhir dengan dipalak preman setempat.hahaha. Kejadian paling kacrut banget itu.

  1. Husna
  2. Bang, kalau saat kita menumpang di rumah orang, terus (maaf nih yak ) pribuminya itu beda agama sama kita dan memang umumnya di daerah sana agamanya berbeda dengan kita, itu solusinya bagaimana supaya ibadah kita tetap jalan?

 

Jawab:

Saya sering kok dapat tumpangan NonMuslim (kebetulan saya muslim), tetapi solat tetep jalan. Dan orang yg saya tumpangin itu bener2 menghargai. Jadi kalau emg ga ada mesjid, ya saya solat dirumah. Modal bawa kompas kok udah aman hehe. Izin aja bilang mau solat. Kalau baca cerita saya pas numpang truk aja dikasih waktu solat kok sm supirnya.

 

 

  1. Kalo boleh tau, selama solo traveling itu berapa uang abang habis?

Jawab              :

Selama 5 bulan lebih keliling itu, saya habis 14,7 juta. All in segala macam makan minum dll. Itu juga pake acara jual barang dikosan yang ga kepake dan sempet emergency call sm temen2 haha. Pasti bingung,  14,7 juta itu mahal apa tidak? Kataku sih tidak mahal. Satu hari 100 ribu. Tapi sudah include perjalanan semuanya semuanya. Di Raja Ampat aku tinggal selama 3 minggu dan kalau memakai jasa travel sepertinya lebih dari 14 juta.

 

  1. Irsyad
  2. Adakah pengaruh penampilan dan tampang kita saat traveling di kampung orang? Karena sering sekali saya dikira orang yang memiliki banyak uang karena saya dianggap bule dan diberikan harga atau biaya mahal apalagi waktu di Banyuwangi, Lombok, Sumbawa dan Sumba, padahal uang pas-pasan penampilan juga tidak mencolok.Adakah tps nya?

 

Jawab:

Wah tampang kamu bule berarti, hehehe. Dan memang tampang memiliki pengaruh.Aku  juga sering mengalami dan dianggap seperti itu, tapi saya meyakinkan orangnya dan  juga smenceritakan kalau aku memang melakukan perjalanan sendirian, dan bukan untuk perjalanan senang – senang, kalau aku memiliki banyak uang aku akan tidur di hotel pak bukan tidur drumah penduduk. Kadang berhasil dengan cara itu, meskipunterkadang dengan susah payah melakukan lobi.

 

  1. Mau tau tips cara ke pulau Komodo, Karena seperti yang sudah teman – teman tahu bahwa biaya kePulau Komodo itu lumayan mengeluarkan pahlawan di dompet. Ada kah cara lain dengan tidak mengambil paket wisata tersebut alias ala backpacker?

 

Jawab  :

Kalau kamu sendirian, perjalanan ke Pulau Komodo itu akan lebih mudah. Yang mahal adalah ketika menyewa kapal.Disaat aku di Labuan Bajo itu tidur di kantor diver dan kapalnya juga menebeng dengan orang lain. Cara gampangnya begini, kita harus berani main ke pelabuhan, terus mencari kapal yang sudah berisi, nah samperin kapten kapal atau AbK nya.katakan saja “Pak, saya mau ikut keliling bisa tidak? Nanti saya akan coba  bantu- bantu.”

 

Kalau kita pintar berbicara seharusnya kita bisa melakukan nya karenasendirian. Tetapi kalau kita mentok,katakan saja kalau kita hanya mampu membayar sekian. Misalnya kita mampu membayar 150 ribu, katakan saja “Saya mampunya 150rb Pak! Untuk AbK, itu adalah jumlah yang lumayan buat merokok, dan nantinya kita bisa ikut.Dengan  resiko kita mendapatkan makan dari  sisa jatah yang ada dan itupun kalau memang ada sisa dari yang punya kapal , dan kamu harus berlaku jangan seperti  turis, gayanya harus sperti ABK .

Disela pertanyaan moderator mewakili teman – teman diskusi menyakan :

Ka Yudha izin momod mau mewakili teman – teman, selama 5 bulan itu sudah keliling kemana saj?Mungkin teman – teman disini masih ada yang belum tahu.

Jawab              :

Listnya sebenarnya banyak sekali . Pernah saya menhitung nya lebih dr 500 spot wisata.Dan ini dia intinya.

1) Jawa (Bromo,Batu Malang, Ijen,Baluran, Jogja, Semarang, Ujung Kulon, Pulau Peucang, Kepulauan Seribu (tidung, pari, pramuka, harapan) Santolo, Sawarna, Kepulauan Karimun Jawa, Solo, Banyuwangi, Dieng, Magelang, masih banyak lagi saya lupa pokoknya kalau Jawa ngidernya banyak lompat – lompat.

2) Bali (keliling Bali utara selatan, Bali alhamdulillah banyak)

3) NTB: Lombok (3 Gili, dan keliling pantai selatan dan barat) dan Sumbawa (Bima, Dompu, Sape, Pantai Lakey)

4) NTT Flores (Komodo,Padar, Gili Laba dll) Labuan Bajo,Waerebo, Kelimutu Desa Bena dll banyak) , Pulau Timor (Kupang, Soe, Kefamenafu), Pulau Rote (pulau paling selatan di Indonesia)

5) Sulawesi Utara (Bunaken, Manado, Tomohon, Tondano, Bitung, Pulau Lihaga, Siladen, Gangga)

6) Gorontalo Kota Gorontalo, Taman Laut Olele, Limboto)

7) Sulteng (Kota Palu dan sekitarnya, Kab Donggala)

8) Sulbar (Kota Mamuju dan sekitarnya)

9) Sulsel (Makassar, banyak kalau disini)

10) Sultra (Bau2, Wakatobi)

11) Maluku Utara (Ternate, Tidore, Maitara)

12) Maluku (Ambon, Kep Banda Neira, Pulau Seram, Pantai Ora)

13) Papua Barat (Sorong, Raja Ampat)

14) Papua (Nabire)

traventure.forumindonesiamuda.org_catatan_backpacker_7 traventure.forumindonesiamuda.org_catatan_backpacker_6 traventure.forumindonesiamuda.org_catatan_backpacker_5

(info murah ke Raja ampat dan beberapa destinasi indah di Indonesia dengan menggunakan Kapal Pelni)

 

Sesi Ketiga

 

  1. Yunus

Pernah tidak mengalami sakit di perjalanan? Dan bagaimana menjaga kesehatan karena cuaca di tempat tujuan berbeda dengan ditempat tinggal kita?

Jawab :

Kalau masalsh itu, aku pernah sakit di perjalanan. Kalau masalah sakit biasanya pusing, flu, dan lainnya adalah salah satu hal yang wajar. Namun, saat aku di Ambon terkena Herpes Zoster (Cacar Airtapi tingkat advanced) dan bukam herpes penyakit kelamin. Itu menyebar di kulit tangan dengan bentolan yang  melepuh. Jadi kalau dahulu orang pernah kena cacar air pasti kalau tidak menjaga kesehatan akan bisa terkena Herpes Zoster. Itu disebabkan sehabis menanjak  Gunung Api Banda Neira, terus balik ke Ambon, tetap melakukan perjalanan dan telat makan. Kena angin dan juga berendem di air panas alami, dan besoknya demam dan mucullah bentol – bentol.Dan saat melakukan pengecheckan ternyata herpes zoster.

Jaga kesehatan  dengan makan teratur, jangan sampai telat untuk beristirahat, terus kalau misa makan/minum vitamin. Minum air putih  harus banyak dan itu berefek sama kesehatan. Sakit di perjalan merupakan satu hal yang tidak menyenangkan. Dan lama perjalan saya di Maluku selama sebulan dan itu disebabkan karena sakit di Ambon.

  1. Sherly
  2. Kak Yudha, waktu kakak memutuskan untuk travelling ke suatu tempat Yang begitu jauh adakah sebuah catatan kecil untuk perjalanan, kalau ada catatan seperti apasih kak?

 

Jawab:

Dahulu sebelum membuat akun CB, Mengupdate catatan perjalanan ini di akun pribadi, dan sekarang sudah saya hapus untuk bahan pembuatan buku, biar seru dan isinya membuat penasaran.

traventure.forumindonesiamuda.org_catatan_backpacker_8

(catatan perjalanan Yudha di handphonenya)

  1. Berapa lama kakak menabung untuk bisa melakukan travelling? Kan pastinya uang yang kakak kumpulin banyak juga diperlukan untuk kebutuhan lain?

 

Jawab                 :

Menabung uang untuk biaya pejalanannya lumayan , 2 tahunan lebih damhampir 3 tahun. Tapi kemarin itu ada proyek dari dosen ke lapangan untuk mengebor tambang (kebetulan kuliah di jurusan geologi) dan uangnya lumayan hehehe

Catatan kecilnya mau kak hehe,  bolehkah minta tolong di kirimkan secara personal? Karena akun ini akan di nonaktifkan. bisa di save ga yaah

Wah kalau catatan itu untuk  pribadi, rencanakan untuk bahan bukunya Catatan Backpacker. Kalau di share nanti bukunya tidak laku dipasaran karena sudah ketahuan semua ceritanya. Nantikan saja bukunya dan jangan lupa untuk membelinya, dan ini sedang lagi progress.

traventure.forumindonesiamuda.org_catatan_backpacker_9

(bocoran sedikit buku @CatatanBackpacker)

  1. Swasti
  2. Ketika memulai touring apakah ada membuat list tempat tujuan atau mengalir begitu saja dengan spontan? Kalau memang membuat list, Apa pertimbangan dan prioritas ketika membuatnya?

 

Jawab:

Mostly mengalir begitu saja da nada juga yang di planningkan .Seperti waktu di Flores, bingung mmelanjutkan ke Sumba apabagaimana. Terus mencheck jadwal kapal Pelni ada ke Bau2 yang berarti bisa ke Wakatobi.Dan akhirnya melanjutkan ke Wakatobi. Selanjutnya sama, mengikuti jadwal Kapal Pelni. Karena waktu itu tidak ada batas waktu travelingnya.Dan kemarin aku pulang karena orang tua sedang sakit, kalau tidak bisa saja  saya melanjutkan penyeberangan ke Kalimantan. hehehe

 

  1. Berarti tidak ada budget yang disediakan untuk penginapan dan makan (mengingat tinggal bersama penduduk setempat hihi). Nah, apakah yang dilakukan Abang sebagai rasa terimakasih.Apa mungkin bantu – bantu, atau apa gitu? Hitung –hitung supaya tidak merasa sungkan untuk menginap dan menebeng ?

 

Jawab                   :

Budget penginapan dan makan tidak ada.Kalau makan masih ada karena makan terkadang diluar untuk menyantap makanan khas setap daerah. Kalau untuk penginapan tidak ada dan pilihannya memang harus menumpang di rumah penduduk setempat. Biasanya aku bantu – bantu  orang rumah saja. Aku pernah bantu bangun rumah haha, atau mengajari  bocah– bocah kampung belajar bahasa inggris.

traventure.forumindonesiamuda.org_catatan_backpacker_12 traventure.forumindonesiamuda.org_catatan_backpacker_11 traventure.forumindonesiamuda.org_catatan_backpacker_10

(kegiatan gotong royong nyangkul pasir membantu membangun rumah penduduk)

 

Lebih efisien mengalir atau di prepare ya Bang? Biasanya kalau saya mmelakukan touring, di prepare gitu biar hemat waktu dan dana. Nah, belum tau dan takutuntuk mencoba untuk spontan.

 

Sebenernya jelas bahwa perjalanan yang di prepare lebih efesien. Tapi tekadang kalau melakukannya dengan spontan itu  rasanya deg deg serr gimana gitu. Ada rasa tersendiri dan kita sesekali harus mencoba itu hehehe.Kadang kalau mau prepare semua terasa  susah juga. Lebih baik:

 

  1. Cari tau kondisi tempat secara umum, terus Go jalan ke lokasi
  2. Baru tanya warga lokal disana bagaimana da nada apa , dan yang lainnya.
  3. Dibanding kamu mencari di google dan terkadang tidak valid atau harga berubah hehehe

Oiya, kalau kamu mau memberikan  uang juga tidak apa – apa dan seiklhasnya saja. Minimal kamu sudah menumpang untuk makan.Aku dulu memberikan uang dan malahan ditolak, soalnya aku dianggap keluarga.Mungkin menanggung makan 1 orang tidak berat.Padahal saya makan banyak.hehehe

  1. Fadjar

Sebelumnya salam doa untuk Alm. Ayah bang Yud Solo traveling emang bisa dikatakan mebutuhkan kenekatan yang kuat,bukan hanya fisik tapi juga mental. Jujur,sayamasih belum ada rasa nekat atau nyali. Adakah hal yang membuat abang tidak tahu harus berbuat apadan hal yang jadi keuntungan bang yudhat selama perjalanan? Selain [persoalan preman, tidak ada uang, dan dapet tumpangan atau penginapan? Yang katanya traveling itu merupakan ajang dimana kita mengexplore diri.Setelah perjalanan yang lumayan panjang ini, bang yudhan melihat diri abang sendiri sekarang seperti apa? Merasa lelah tidak? Cepet kelar ya bang skripsinyaa, awas DO dan salam untuk Ibu!

 

Jawab   :

Lelah sudah pasti akan terasa, dan setelah melakukan perjalanan kita akan sadar kalau ternyata kita masih keroco (tidak ada apa – apa nya)  dibandingkan pengalaman hidup keras orang- orang yang pernah kita kenal diperjalanan.Aku termasuk orang yang beruntung bisa kuliah, dan ada support, serta yang lainnya. Banyak diluar sana yang ingin merasakan sekolah saja sangat susah. Aku pernah ceritakan di Sarah Sechan tentang anak kecil menangis karena tidak bisa sekolah sama sekali ,itu membuatku mewek karena bocah itu bingung kudu kumaha. Jadi lebih bersyukur sih dengan keadaan sekarang . Aku itu tidak ada apa – apanya, yang pengalaman hidup hanya melakukan perjalanan keliling Indonesia, supir truk juga keliling Indonesia, pakai mobil lagi.wkwkwkw

 

Mantap bang mantap. Iya ya yang di Sarah Sechan. Daripengalaman hidup yang katanya ‘hanya perjalanan keliling Indonesi’, dan dari abang sendiri Indonesia itu apa? lebih suka Indonesia sisi yang mana?

 

Indonesia itu is the best! Alam yang ada  sangat luar biasa dan semua potensi ada. Sayangnya, masyarakatnya yang semestinya harus lebih smart.Susah juga sih kalau itu yah?Tapi semakin kesini saya lebih concern ke budaya.Kalau budaya itu tidak akan bisa lepas begitu saja dan berbeda – beda. Kalau landscapenya juara, tapi sesudah lamamelakukan perjalanan yang dilihat haya itu saja pantai, dan bukit Yang rasanya sama seamua. Bhinneka tunggal ika does really exist.

 

 

  1. Randa

Selama melakukan traveling kan  sudah pernah menginap di rumah warga tuh, bagaimana meyakikankan warga supaya kita ini dianggap orang baik ? Selama kita tinggal di rumah warga, apatimbal balik yg abang lakukan itu? Satu lagi bang, pernah tidak selama traveling ini ditolak warga buat tinggal dirumahnya ?

Jawab                   :

Pertanyaannya hampir sama ini, bisa dibaca di pertanyaan sesi 1 dan yang baruu saja ditanyakan. Untuk meyakinkan orang lain bahwa kita adalah orang baik – baik ,kita harus pintar bicara dan bisa mengambil hati orang lain. Biasanya aku memakai teknik Sedikit memancing dan curhat haha. Biasanya targetnya ibu- ibu yang suka penasaran, mengingat anak laki- laki nya sedang merantau .Nah, ibu – ibu itu suka curhatin anak laki- lakinya.Jadi, aku suka dianggap seperti anaknya. Sehabis itu mengobrol dan lambat laun mengalir juga. Kalau ditolak juga pernah, ditolaknya sih bukan secara kasar dan biasanya alasannya “tidak ada kamar, atau ada anaknya  perempuan yang seumuran”, kalau sudah begitu biasanya dialihkan ke kantor desa atau tempat umum, atau tetangganya.

Timbal baliknya Aku membantu orang rumah, saat pulang saya selalu memeluk mereka, terus berfoto besama mereka.Mereka merasa senang sekali.Heheh.Kembali lagi kita harus pinmengambil hati dan pancing untuk curhat (pinter gini tp sampe skrg blm ada yg nemplok haha )

traventure.forumindonesiamuda.org_catatan_backpacker_13

(“keluarga” yang saya dapatkan selama perjalanan)

 

Antusiasme para peserta diskusi menghasilkan 15 pertanyaan dari peserta, sebenarnya masih banyak yang ingin bertanya namun karena waktu sudah sangat larut jadi tidak bisa ditampung. Kak Yudha pun menyampaikan closing statement dari diskusi malam ini yaitu “Okay, terima kasih temen2 semua yang udah mampir ke Open Discuss ini, ya semoga bisa hasil sharing bisa bantu temen2 dan menjadi pencerahan untuk jalan2 kedepannya. Kalau ada salah kata maaf, pokoknya semangat terus aja! Apapun yg dikerjain dengan niat pasti Insya Allah ada hasilnya”.

 

Salam Traventure,

The value of our journey is our destination.