Sharing Session

Backpacker Sailing Di Pulau Komodo

vanes

Tengku Vannesa Rilvena

Sharse kali ini akan membahas mengenai perjalanan seorang perempuan lulusan farmasi UNPAD yang bekerja disalah satu perusahaan terbesar di Indonesia bernama Tengku Vanessa Rilvena atau biasa dipanggil vaness, perempuan keturunan aceh-medan ini gemar sekali traveling apalagi di daerah pantai kali ini diakan akan menceritakan pengalamanya terkait perjalanan yang paling mengesankan di pulau komodo.

Pada tahun 2013 tahun lalu, Vaness sempat melihat kalender Tahun 2014, kalau di bulan Mei aka ada libur panjang, menurutnya bulan terebut merupakan waktu yang cocok untuk dipakai traveling jauh. Kemudian saat melihat open trip di backpackerindonesia.com ada yang membuat open trip Overland Flores(Kelimutu-Waerebo-Komodo) di bulan Mei, sesuai sekali dengan waktu libur panjang tersebut, saat gabung ke group tersebut (sekitar Bulan November Tahun 2013) sudah hampir membayar uang muka, ada teman yang interest ingin mengikuti acara tersebut, dan sempat gabung ke grupnya juga. Saat Vaness dan temannya menghitung-hitung budget-nya ternyata mahal sekali, hampir sama dengan pergi ke Raja Ampat, hasilnya teman Vaness menawarkan untuk membuat share cost ke Komodo saja, dipuas-puaskan di Komodo, dan bergabunglah Vaness di group Share Cost Komodo ini.

Vaness menyampaikan perbedaan antara “Open trip” dengan “Share cost” Vaness menyampaikan, jika ada yang sering main-main di BPI (backpackerindonesia.com) pasti sudah hafal, kalau open trip ada travel yang menaungi, biasanya itinery, harga, waktu, dan lain lain sudah fix, kita hanya tinggal bayar dan terima beres saja, seperti yang overland flores Vaness yang pertama disampiakan itu adalah open trip. Tapi kalau share cost, kita semua menanggung dan kebutuhan sama rata sama rasa, mulai dari itinery, budget, jumlah orang, rute, dll, biasanya di Share cost ada Trip Starternya (Leader yang mencari info) kalau di Open Trip ada Tour Guide / Tour Leader. Jadi Share Costcocok untuk yang mau backpacker seperti Vaness.

Lalu apa aja yg disiapkan untuk share cost ini?
Vaness menyampaikan terkait hal apa saja yang dipersiapkan untuk share cost, berikut hal yang Vanes sampaikan:

1.Kapal

Karena ini trip Sailing Komodo, jadi kita akan LOB-Live on Board, tinggal selama 4 hari 3 malam di atas kapal mengelilingi Taman Nasional Komodo.

Kapal kita dapatkan dengan harga paling murah, karena sedang high season jadi harus bisa segera sekali mendapatkan kapal, dan pesan dari jauh  hari agar murah

Kapal LOB ini sudah dilengkapi dengan tempat tidur, kamar mandi, dapur. Harga kapal dengan melakukan negosiasi didapatkan yang paling murah seharga 10 juta untuk 4 hari 3 malam udahinclude makan dll (tanpa alat snorkeling)

2.Budget

Dengan harga kapal 10 juta kita tentukan mau dibagi berapa orang, kuota kapal sebenarnya 10 orang, dengan hasil negosiasi kembali, kita bisa mendapatkan harga 12 juta untuk 15 orang, jadi budget per orang hanya 800 rib untuk 4 hari 3 malam.

Sekedar informasi harga paket open trip sailing komodo rata 2 1.750.000 4 hari 4 malam

3.Kuota 15 orang

Hal ini tidak mudah untuk mencari orang, hanya dari bertujuh awalnya sampai akhirnya bisa berlima belas, kerahkan semua networking yang ada. Kemudian teman trip itu sangat berpengaruh asik atau tidak asik nya suatu trip hehee

4.Itinerary

Mencoba mencari informasi googling sana sini, telpon dengan captain kapal, pelajari peta komodo, menentukan lokasi yang harus dikunjungi dan lokasi yang jarang dikunjungi juga.

5.Transportasi

Beli tiket dari jauh hari itu penting, berbeda waktu seminggu harga bisa naik, apalagi high season. Jadi harus persiapan tiket tidak mendekati hari keberangkatan.

Taman Nasional Komodo terletak di Kepulauan Nusa Tenggara Timur, flores barat lebih tepatnya, berangkatnya dari pelabuhan labuhan bajo. Seperti yang sudah kita ketahui Taman Nasional Komodo merupakan salah satu keajaiban dunia yang ada di Indonesia, kita patut bangga sebagai anak Indonesia. Di komodo tidak hanya bisa melihat komodonya saja, tapi bawah lautnya Komodo sangat menakjubkan, diatas bukit-bukit kecilnya juga terhampar pemandangannya sangat indah, seperti di negeri dongeng, subhanallah sekali, ungkap Vaness dalam pembahasannya pada diskusi tersebut.

Yang paling membuat Vaness interest adalah underwater-nya, mengapa ? karenatravelmate Vaness ini banyak dari anak freedive Jakarta, jadi Vaness dapat belajar dulu sebulan sebelum berangkat, dan ternyata berguna sekali saat disana.

Vaness mengatakan bahwa untuk diving di Komodo ini, harus sudah expert, karena arus di sana kencang sekali gelombangnya pun demikian, jadi harus berhati-hati.

advertorial-pulau-komodo

Pulau Komodo nampak dari atas

Berikut adalah perjalanan 4 hari 3 malam Sailing Trip Vaness :

Day 1

Vaness snorkeling di Pulau Kelor, pemanasan snorkeling spotpertama ini sudah bagus sekali, kemudian mencoba naik ke atas bukit, pemandangannya juga sangat keren, tidak akan berhenti mengucap syukur pastinya. Pemandangannya berupa bukit-bukit kecil bewarna coklat dengan hamparan laut yang berwarna biru tua biru muda, tenang sekali rasanya. Kemudian itu sunset di pulau kalong, disini kita bisa menikmati ribuan kalong (kelelawar) bermigrasi pada saat matahari terbenam, jadi pas langit sedang berwarna orange.

Day 2

Pada malam kedua Vaness dan kawan-kawan menginap di Pulau Rinca, salah satu pulau yang terdapat komodonya, pagi-pagi komodo berjemur mencari matahari, waktu inilah yang paling baik untuk melihat komodo itu pagi hari. Di pulau Rinca, ini Vaness dan teman-temannya trekkinguntuk mencari komodo, ada 3 jenis track, ada short track, medium track dan long track. Kami memilih long track, track ini melewati sungai dan naik keatas bukit, Vaness dan yang lainnya sempat melihat 6-7 komodo, beruntung sekali melihat komodo sedang berjalan. Komodo ini buas sekali, jadi kalau sedang haid atau berdarah jangan mendekat atau jangan lupa bilang ke “ranger” (Satu ranger akan menjaga 5 orang wisatawan) nya untuk dijagain. Karena penciuman komodo sangat tajam terutama sama darah dan gerakan yang extrim (seperti berlari, gerak-gerakan topi, tangan, dll). Pemandangan dari bukit pulau rinca juga tidak kalah keren.

Informasi yang perlu diketahui adalah ada 2 pulau di TN.Komodo yang dihuni komodo (sekitar 2500 ekor) yaitu pulau rinca (loh buaya) dan pulau komodo (loh liang).Bedanya di pulau Rinca komodonya lebih kecil dan lincah dan berjari 4. Sedangkan di pulau komodo, komodo lebih besar lebih jinak dan berjari 5. Setelah dari Pulau Rinca Vaness dan kawan-kawan menuju ke pulau kambing, ini spot snorkeling yang keren sekali kata Vaness, lebih dalam dan lebih luas, direkomendasikan untuk berenang mengitari pulau karena itu keren sekali.

Kemudian setelah dari pulau kambing Vaness dan yang lainnya, sebenarnya ingin ke pulau padar tetapi karena waktu yang tidak sesuai, air sudah surut dan kapal tidak bisa bersandar jadi tidak berangkat kesana, namun ini tempat sangat direkomendasikan untuk trekking.

Vaness dan yang lain lanjut ke pink beach, snorkeling-nya makin keren lagi (yang di avatar Vaness) dia sempat ketemu penyu juga disini, jangan lupa trekking ke puncak bukitnya, sambil lihat sunset.

Malam hari mereka bermalam di kampung komodo, dia sempat menumpang mandi disini, dan subhanallah sekali disini penduduknya islam semua, ada masjid satu disini, padahal flores terkenal mayoritas non Islam. Mereka sempat berkumpul-kumpul dengan anak-anak asli komodo, menyanyikan lagu Indonesia raya bersama, main tebak-tebakan pengetahuan umum dengan anak-anak disana

Day 3

Trekking komodo, mereka memilih untuk short trek saja, dan membeli oleh-oleh di tempat ini, untuk membantu masyarakat disini juga dari hasil pendapatan oleh-oleh yang dijual, setelah dari Komodo mereka langsung bergerak ke manta point untuk kejar manta sebelum jam 12 siang. Akhirnya mereka bertemu manta. Baru pertama kali Vaness bertemu ikan pari jinak yang besar sekali itu. Setelah dari manta point mereka ke Gili Laba beristirahat, dan snorkeling kembali ke Gili Laba Darat ini adalah puncak snorkeling spot yang lebih keren lagi, ada penyu dan hiu juga ditempat ini, sore hari Vaness dan kawan-kawan menaiki bukit Gili Laba, kali ini butuh waktu sekitar 45 menit untuk hiking, terbayar lelah yang dirasakan yaitu melihat sunset yang keren sekali, mereka juga  menyanyikan lagu Indonesia pusaka diatas sana, sampai menitikan air mata, karena kekagumannya dengan Indonesia.

Day 4

Hari terakhir ini hanya dihabiskan untuk snorkeling di Kanawa dan pulau Bidadari, lalu kembali ke labuan Bajo.Perlu diketahui, makanan di kapal enak-enak sekali, koki nya bisu, tapi sangat menyenangkan dan masakannya juga enak sekali, selain makan 3x sehari mereka juga diberikansnack-snack seperti pisang goreng, tape goreng, dll.

Di Labuan Bajo juga tidak kalah menarik, Vaness sempatkan mampir ke Goa Batu Cermin dan Bukit Cinta, sebenarnya ada tempat yang lebih oke yaitu Cunca Wulang dan Cunca Rami karena memakan waktu 3 jam untuk kesana dan kondisi jalan yang rusak, mereka tidak bisa kesana saat itukalau temen-temen  ada waktu lebih sebenernya bisa lanjut ke waerebo, kelimutu, seventeen island, karena sudah dekat Vaness menyampaikan mengenai budget :

Berangkat:

Jakarta-Jogja: 50rb (kereta ekonomi)

Di jogja menginap dikosan teman

Jogja-banyuwangi: 50rb (kereta ekonomi)

Ketapang-gilimanuk: 13rb

Gilimanuk-bandara: 50rb (bis umum)

DPS-Bajo: 700-800rb (wings air)

Di komodo:

800rb all in

Ini info kalau ada yang mau menambah menginap di Bajo: Harga penginapan backpacker di labuan Bajo sekitar 60rb-75rb per-orang

Pulang:

Bajo-Sape: 54rb (Ferry 5jam)

Sape-bima : 25rb (charter mobil bak)

Bima-sumba besar: 65rb (bis kayak metromini)

Sumba besar-pototano: 28rb

Pototano-kayangan: 19rb

Kayangan-mataram: 30rb (sewa avanza ber 8)

Mataram-jakarta: 800-900rb (lion air)

FYI:

penerbangan denpasar-labuan bajo katanya sih salah satu penerbangan terindah di indonesia, karena pesawatnya kecil terus terbang rendah jadi bisa lihat pemandangan indah pulau-pulau kecil dengan laut yang indah dari pesawat, rekomen banget untuk pilih seat dekat dengan jendela.

Bandar di Labuan Bajo kecil banget, dan tradisional banget, jangan lupa untuk foto di patung komodo pas turun pesawat (pasti sudah pada mengantri). Airport tax-nya juga cuma 10rb lhoo. Dari bandara ke pelabuhan cuma 10 menit, bisa naik ojek 10rb atau carter angkot kalo ramean 30rb per-angkot. To be honest, karena kondisi kesehatanku ga mendukung untuk road trip, jadinya aku naik pesawat, padahal liat temen-temen seruu banget yang road trip bisa mampir ke bima, sumbawa, tanjung aan, desa sade, senggigi.

Yang mau info naik pesawat

Jkt-Bali (banyak penerbangan, kemarin ngambil yang murah, tapi harus nginep di bandara bali dulu, baru prtama kali nginep di bandara mih)

Bali-bajo (wings air, trans nusa, garuda)

Pertanyaan dari Sifat:

  1. Perlengkapan apa saja yang wajib dibawa
  2. Adakah hal yang paling tak terlupakan selama perjalanan ?

Jawaban dari Pertanyaan Sifat

  1. Perlengkapan apa saja yang wajib dibawa
  • alat snorkeling
  • sunblock
  • camera underwater
  • baju ga usah bawa banyak-banyak
  • baju renang
  • senter dan yang lainnya perlengkapan standar
  1. Yang engga terlupakan saat naik puncak gili laba, pada dasarnya saya ga kuat hiking, dijagain sama 4 teman saya didorong untuk terus naik, sudah hampir nyerah, tapi temen selalu bilang, ga kan nyesel kalo sampe di atas, ehh bener pas sampe di atas, temen-temen cuman bilang ekspresikan aja apa yang kamu rasakan, teriak sekenceng-kencengnya, dan saya langsung refleks nyanyi indonesia pusaka trus divideoin rame-rame, suara kami kedengeran ke seluruh pulau, merinding banget moment ini, oya TS nya jg maksain kita pake dresscode putih-putih, jadi keren banget aja rasanya hihi

Pertanyaan dari Azzam:

  1. Untuk diving, adakah bulan baiknya ?

Kalo lihat mendaki ato susur gua kan juga ada semacem itu. ada bulan baik yang mungkin berpengaruh sama kondisi disananya bulan baik untuk ke komodo itu april-agustus, best season nya mei-juni.

Hindari musim hujan, karena gelombang tinggi kapal ga bisa nyebrang, hindari juga musim kawin komodo (sekitar agustus-sept) karena komodo klo lagi kawin ngumpet, jadi kita akan susah ketemu komodo. Diving disini harus udah expert zam, minimal 50 lot kalo ga salah arusnya kenceng banget soalnya, free dive/snorkeling aja udah kereen kok zam

Pertanyaan dari Gadri

  1. Setiap tempat wisatakan selalu aja ada calo-calo yang mau nyari untung 2x lipat. Kira-kira vaness pernah ktemu calo seperti itu nggak waktu trip ke komodo ?
  2. Mengenai manta ini ada ngga regulasi atau aturan adat semacam sasi (kata org maluku) mengatur tentang itu.

Jawaban dari pertanyaan Gadri

  1. Pas di pelabuhan pasti banyak yang nawar-nawarin kapal, tapi saya ga sempet ketemu sama calo-calonya, karena pas kami sampai langsung menuju kapal kami (langsung telpon captain kapalnya) FYI: di pelabuhan banyak yang nyediain one day trip, 2d1n trip, sampe 4d4n trip bajo-lombok juga
  2. Manta Ray maksudnya? Kalau soal regulasi saya nda ngerti gadri huhu, saya berenang saja dengan manta, asal kita tidak menyakitinya saja, hehe
    images

    Ikan Pari

    Jadi dulunya ada seorang putri yang menikah dengan sejenis makhluk keturunan naga, punya anak dua satu manusia, satu lg ora (komodo), mereka dipisahkan, sang ora dirawat di hutan oleh sang putri, dan sangat disayang, suatu ketika sang anak manusia datang ke hutan dan ingin menembak ora tsb, lalu ibu nya bilang “jangan ditembak, itu adikmu”,sampai sekarang orang pulau komodo masih percaya bahwa manusia jika melahirkan itu melahirkan dua : satu manusia, satu komodo,

Pertanyaan dari Septian

  1. Disana ada tanah larangannya gitu ga ?
  2. Terus ada ga yang tripnya ga pake jalur udara ??

Pertanyaan dari Septian

  1. larangan iya pasti ada, kitakan berhubungan dengan predator, jadi kita ga boleh jalan sendiri, harus ditemenin sama rangernya, dan track yang dilalui hanya track yang sudah di pugar saja, yanghutan-hutan luasnya ga boleh
  1. ada banget tian, temen-temanku pada roadtrip, coba liat di budgeting yang aku tulis yahh

Pertanyaan dari Fahmi

  1. Apakah ada life-changing experience, atau semacam enlightment, atau perubahan mindset yang vannes dapatkan baik saat trip maupun setelah trip ke pulau komodo ?
  2. Terkait sistem share cost, adakah kendala yang dihadapi, terutama terkait kesediaan peserta trip untuk bersama-sama menanggung ‘resiko’ perjalanan?

Jawaban untuk pertanyan ka Fahmi

  1. Vaness berkata yang pasti dia jadi lebih banyak bersyukur sekali, alhamdulillah sekali diberikan
    gambar-komodo

    Salah satu Komodo

    kesempatan untuk bisa melihat langsung “pictures of heaven” , yang paling disayangkan sebenarnya alam yang indah ini justru lebih banyak di explore oleh orang asing daripada kita sendiri, terus yang paling terasa banget, karena ini share cost jadi kekeluargaannya banget-banget, saya ngetrip bareng nenek yang sudah 60 Tahun, Beliau masih kuat untuk ikut kita trekking, snorkeling, chit chat, dan banyak juga memberikan nasehat-nasehat yang paling ingat banget itu waktu beliau bilang “sayangin kedua orang tuamu, tanyakan kabarnya, kalian sekali-kali korbankan diri kalian, kasih tiket trip kalian buat orang tua kalian” .

  1. Vaness termasuk yang paling bawel dalam hal perintilan ini (hal-hal kecil), terutama itinerary, kalau budgeting dari awal udah sepakat sih, tapi untungnya sebagian besar peserta trip adalah orang yang easy going jadi banyak ngikutin aja, travelmate emang paling menentukan asik apa nggaknya trip kita hehe, alhamdulillah aman terkendali.

Pertanyan dari Yusmi

  1. Baca mengenai cost yang ditulis oeh vaness, tentang roadtrip-nya. Apakah itu sharing costuntuk 15 orang ?

Budget roadtrip diitung per-orang semua, kecuali yang aku tulis charter mobil bak sama sewa avanza ber 8, nah yang ikut roadtrip  pulang cuma 9 orangg, 3 orang flight ke bali, 2 orang flight ke lombok, 1 orang lanjut ke wae rebo. Pas sewa avanza itu kan ber 9, nah yang 1 org milih untuk naik motor

Pas lagi di mataramnya banyak manfaatin relasi banget, yang punya temen kerja di lombok mataram dan sekitarnya bisa dijadiin tempat penginapan, trus bisa jadi tour guide pas di lomboknya

Tidak pernah berhenti bersyukur ketika kita melihat kekuasaan Allah, apalagi ada Indonesia, tanah kita sendiri, gak perlu jauh-jauh ke negeri orang kalau ternyata di negeri kita masih banyak yang lebih indah. Subhanallah.

Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya, indonesia sejak dulu kala, tetap di puja puja bangsa, disana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda, tempat berlindung di hari tua, tempat akhir menutup mata

Explore Indonesia Timur: Kalo bukan kita, siapa lagi

-Salam Traveler

@justvannesa


  • Mandira Bienna Elmir

    Komodooooo <3

  • Ario Bismoko Sandjoyo

    komodoooo…komodooo.. teman baikku…

  • Dendy Mulya

    nabung nabung agar bisa kesana
    http://kelilingdesa.com