Sharing Session

Kuliah Kerja Nyata

Diskusi kali ini spesial dibuat karena sebentar lagi akan ada beberapa anggota FC8 Traventure yang akan melaksanakan KKN. Maka dari itu diharapkan dengan adanya diskusi ini semoga bisa memberikan gambaran, inspirasi, semangat dan motivasi diri untuk meluruskan niat KKN nya yang tidak hanya untuk menjalankan kewajiban memenuhi  mata kuliah saja, tapi juga turut serta menghadirkan niat yang tulus serta ikhlas untuk melakukan sebuah pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai Bomber Mandira Bienna Elmir atau biasa dipanggil Dira yang merupakan seorang gadis multitalenta yang sedang duduk di tingkat akhir Fakultas Hukum UGM ini, akan membagikan kisah KKN nya yang dilaksanakan di Atambua yang terletak di perbatasan negeri berdampingan dengan Timor Leste, diujung Provinsi NTT selama dua bulan. Bahkan ramadhan dan lebaran pun Dira alami disana padahal itu merupakan daerah yang minoritas. Dalam diskusi ini Dira bercerita bagaimana dia dan teman-teman satu KKN nya bisa survive selama 2 bulan disana, kenapa mereka memilih Desa Atambua sebagai tempat KKN nya dan kegiatan apa saja yang dilakukan Dira dan teman-teman UGM KKN Desa Atambua yang jumlahnya mencapai 100 kegiatan. Wow banget kan! Ini dia hasil diskusi dengan Dira :

Bagaimana prosedur KKN di UGM dan Kenapa memilih KKN di Atambua NTT?

dira

Kegiatan belajar bersama dilapangan

Dira menjelaskan bahwa di UGM ada kegiatan wajib buat mahasiswa tingkat akhir, atau mata kuliah ini baru boleh diambil ketika sudah menyelesaikan 100 sks yaitu KKN PPM (Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan  Masyarakat). Durasinya dua bulan, bentuk penempatan KKN terserah tergantung timnya. Kita sebagai mahasiswa boleh memilih sampai ke tempat-tempat terpencil sekalipun di Indonesia. Tapi untuk bisa KKN ditempat tersebut kita harus mengikuti seleksi dan presentasi rencana kegiatan yang akan dilakukan selama disana. Pada awalnya Dira bingung apakah akan KKN di Atambua atau di Raja ampat. Namun pada akhirnya dengan pertimbangan bahwa raja ampat ini adalah memang destinasi wisata yang akan sangat mungkin untuk dikunjungi. Sedangkan Atambua bekas daerah konflik, minim wisata dan kalo misalnya googling justru banyak kisah-kisah serem disana. Akhirnya Dira terdorong untuk pergi KKN di Atambua.

Siapa saja tim KKN yang berangkat ke Atambua?

Tim KKN yang berangkat kesana terdiri dari banyak jurusan, jumlahnya ada 30 orang yang dibagi menjadi 2 desa dengan jumlah 4 sub unit yang masing-masing sub unit mengampu sekitar 2-3 dusun. Jurusan yang tergabung dalam tim KKN ini ada kedokteran gigi, kedokteran hewan, pertanian, peternakan, sastra jepang, hukum, geografi, antropologi, teknik geologi, gizi. Skala perbandingan laki-laki dan perempuan 1:3. Kenapa lebih banyak laki-laki? Karena tempat KKN ini cukup sulit dan biasanya (ini biasanya ya) kalo kebanyakan perempuan jadi rawan konflik sehingga tim KKN Dira memutuskan untuk jumlah laki-laki 3x lebih banyak dari perempuan.

Apa saja Kegiatan KKN di Atambua?

Main agenda disana adalah pendidikan, setiap mahasiswa akan mengajar di sekolah. Menurut Dira alasan memilih pendidikan karena disana minim guru dan yang bikin sedihnya lagi malah seringkali yang jadi guru mereka adalah temen sekelasnya sendiri karena gurunya ga ada. Selain itu juga masyarakat disana memang menginginkan dan membutuhkan banyak inspirasi dari anak-anak UGM supaya anak-anaknya punya cita-cita yang tinggi dan kelak mereka bisa membanggakan keluarga dan kampungnya. Disamping mengajar tim Dira juga punya banyak kegiatan lainnya yang jumlahnya sampe 100 lebih. “Subhanallah banget masih ga kebayang kalo inget-inget kok bisa bikin kegiatan banyak gitu” ucap Dira. Contoh kegiatannya kaya bikin MCK (bener-bener dari nol masih tanah yang rata), bikin listrik dari biogas yang tenaganya pake kotoran sapi, bikin green house, bikin gapura selamat datang untuk desanya, penyuluhan di posyandu tetang macem-macem mulai dari masalah kesehatan, pertanian, peternakan, sampe masalah hukum (kaya sosialisasi fungsi akta, sosialisasi bahaya KDRT, sosialisasi anti pornografi, terus bikin pekan 17san) oia pekan 17san mungkin di Jawa udah terbiasa, tapi disana ini adalah hal baru banget dan membuat kekerabatan antar desa makin erat. Karena disana itu hobi sekali sama yang namanya mabok sampai bisa berantem, intinya disini harga nyawa murah banget dan karena ada ini kata Bapak Kepala Desa mentrigger masyarakatnya agar lebih menghargai. Terus juga ngajarin tari indang, pelajaran anti korupsi, menyuntikan vaksin untuk hewan-hewan disana, bahkan ngajarin main gitar juga.

Dira said “Paling terharu kalo adik-adik Atambua ini nyanyi lagu-lagu nasional Indonesia. Nasionalisme mereka bahkan bisa

Dira said “Paling terharu kalo adik-adik Atambua ini nyanyi lagu-lagu nasional Indonesia. Nasionalisme mereka luar biasa sekali!

Disana itu bener-bener belajar hidup, bahkan lebih dari acara ethnic runaway, dan juga lebih dari acara Jika menjadi. Dengan penduduk 99% katolik membuat kami hampir tidak pernah mendengar suara adzan. Ini bener-bener pengalaman baru banget ditempatkan di tempat minoritas, tapi ini malah yang banyak membuat momen terharu. Waktu itu masyarakat desa membawakan hampir 90 buah kelapa ke tempat kami menginap dan mereka bilang bahwa kelapa ini dibawakan untuk buka puasa. Gimana kami ga terharu kan. Oia disana juga tidak ada keran, jadi semuanya menggunakan sumur maka dari itu pulang dari KKN tangan Dira jadi berotot. Oia tiap desa permasalahannya berbeda-beda, untuk desa yang Dira tempati masalahnya minim air, sedangkan desa yang ditempati oleh teman KKN lainnya yang sesama 1 unit KKN tidak ada listrik sehingga program-program yang dilakukan juga harus tepat guna (walaupun ada beberapa yang sempat missed karena awal survey yang waktunya terbatas dan belum benar-benar menyeluruh).

Untuk menunjang kegiatan tentunya ada barang-barang yang diperlukan untuk program. Barang-barang persiapan program tersebut dikirim 2 minggu sebelum berangkat dengan menggunakan Pos. contoh barangnya seperti alat biogas, alat peraga program dll totalnya sampe setengah ton. Tujuan dibawa dua minggu sebelum KKN adalah biar anak-anak ga rempong pas berangkat, jadi tinggal bawa barang pribadi aja nanti.

Apakah program KKN di UGM itu berkelanjutan?

dira1

Adik-adik asuh yang mencoba jas almamater

KKN di UGM itu bentuknya berkelanjutan, jadi setidaknya harus 3-4 periode ada anak-anak UGM yang KKN disana di lokasi yang sama dengan tujuan supaya programnya bisa di maintain dansustain. KKN yang Dira lakukan adalah periode ke 2 dari sebelumnya yang merupakan perintis Atambua. Alhamdulillah dengan ratusan program tersebut juga dibantu Allah dengan mendapatkan sponsor yang jumlahnya cukup banyak hingga mencapai lebih dari 100 juta. Ga nyangka ternyata banyak orang baik yang mau turut membantu menolong kami dengan menyumbang dan memberikan sponsor sehingga disana kami tinggal laksanakan program dengan baik ga perlu pusing mikirin duit.

Bagaimana rasanya puasa di tempat minoritas dengan segudang program yang banyak itu?

Rasanya seru banget! Baru kali ini ngerasain puasa ga pake azan tapi pake alarm hp. Terus sebetulnya ga ada suasana ramadhan-ramadhannya soalnya kan masyarakat tetep makan, minum dan mabok pesta tapi alhamdulillah ga ada yang batal walaupun cuaca lagi terik-teriknya. Tapi warga disana bener-bener menghargai kita banget. Mereka bahkan ngajarin anak-anaknya untuk ga makan depan kita karena lagi puasa, bawain tajil, sampe mereka ngajarin kita motong sapi dan ayam sendiri (karena kita harus pake cara islam) dan kita juga beli panci alat masak sendiri karena belum kecampur babi.  Oia ada tambahan jadi disana ada masjid tapi lokasinya di kota Atambuanya kira-kira 1 jam dari desa tempat Dira KKN. Masjid disini dijagain polisi dimana kalo yang biasa kita lihat justru gereja yang dijagain polisi tapi kalo disana masjid. Mungkin karena minoritas jadi takut ada kerusuhan atau hal lainnya, tujuannya lebih untuk mengamankan aja biar ibadah tenang. Disana kehidupan muslim-kristen-katolik berdampingan sangat toleran kok.

Sesi Tanya Jawab

Penanya 1 : Milwan

  1. Tadi kakak bilang ada konflik kalau banyak perempuannya. Emangnya cewek itu bukan buat konflik dan gampang emosian ya kak?

Jawab:

Ga bermaksud gender ya jadi maksudnya itu karena Atambua itu lokasinya lumayan berat, kemana-mana jalan kaki dan aku aja curhat kalo berat badannya turun sampe 10 Kg (tapi beres KKN naik lagi 10 kg), pup sampe ketahan 15 hari, pipis ditanah, mandi berlangitkan langit, dan cewe kan ada masa menstruasi kadang bisa jadi karena hal-hal itu jadi emosian. Jadi emang disarankan kalo lokasinya lebih baik banyak cowonya.

  1. Memangnya disaat KKN boleh pakai sponsor yah kok aku baru denger yah?  Oia ada catatan timbal balik ga kak ke sponsornya?

Jawab:

Kalo di UGM malah pada pake sponsor semua. Timbal baliknya paling di press release dan setiap program fisik kita bikin sticekrnya logo mereka.

  1. KKN itu kan identik dengan pengabdian kepada masyarakat, tapi pada kenyataan yang aku lihat itu seperti baksos biasa dan beberapa mahasiswa juga ikut KKN sedikit ogah-ogahan karena biasa dengan hidup enak. Intinya kepaksa karena tuntutan kelulusan. Pernah ga kakak liat orang seperti itu? Dan respon kakak apa?

Jawab:

Nah salah satu alesan aku gabung di tim KKN yang jauh dan berat karena aku yakin yang mau ikut adalah orang-orang yang niat mengabdi. Biasanya tim KKN suka konflik karena ada perbandingan idealisme orang yang kebetulan mau mengabdi dan yang Cuma menggugurkan kewajiban. Alhamdulillah di KKN aku pada niat semua bahkan kayanya aku deh yang paling manja. Wkwkwk

  1. Judul skripsi kita apakah harus terpaut dengan KKN yang bakal kita laksanain ga?

Jawab:

Engga ko, ini murni pengabdian. Skripsi beda lagi.

  1. Bagaimana menentukan program KKN dengan banyak kepala, biasanya mahasiswa kan idealis dan sedikit egois dengan gagasan mereka ditambah lagi tempat KKN kakak kan jauh bagaimana menyelesaikan konflik karena perbedaan visi diawal gimana?

Jawab:

Jadi prepar kegiatan itu penting. Rapat-rapat sebelum berangkat itu penting biar sense of belongingnya tercapai. Makan bareng, karokean bareng, dan karena lokasi kita berat kayanya jarang konflik apalagi konflik yang sampe gede gitu antar tim karena kita sadar sekarang saatnya kita total untuk mengabdi bukan sibuk sama diri sendiri.

Penanya 2 : Teh Sifat

  1. Terkait MCK apakah masyarakat disana sebelumnya ga ada MCK, terus mereka buang hajat, mandi dll gimana? Soalnya pas blind travel kemarin kita berada di pulau tegal yang minim MCK juga.

Jawab:

Ada MCK tapi sedikit banget mesti ngantri, belum lagi pas itu pernah pengalaman pup terus air di ember abis padahal belum nyentor *sumurnya aga jauh pula* terus langsung buru-buru nimba lagi pas sampe MCK nya udah keisi orang. Rasanya mau minta maaf sama orang yang didalem tapi akhirnya aku kabur. Wkwkwk

  1. Dira berapa lama ga mandi? Memecahkan rekorkah?

Jawab:

Wkwkwkwk. Berapa yak, 3 minggu ada kali ya.

  1. Kalian syok culture ga? Ada kendalakah pada saat kalian berkomunikasi dengan mereka?

Jawab:

Awalnya aga syok culture kak. Mereka males pake bahasa indonesia, suka pake bahasa tetun *bahasa lokal sana* terus hampir tiap malem mereka pesta dan minum. Tapi kita bisa segera cepat beradaptasi sambil pelan ngisi nilai-nilai baik bahwa minum sampai mabok itu bisa bikin perkelahian *dulu aku pernah ngelerai orang udah berantem pake batu dan parang karena mabok*

  1. Boleh dishare pengalaman pahit disana dan paling tak terlupakan ? Maksudnya kejadian kayak mencekam gitu misalnya pas KKN bukan setelah mau beres.

Jawab:

Paling pahit dan paling tak terlupakan ketika meninggalkan mereka. Ga kuat aku sampe mereka ngejar-ngejar bis kita.

Kalo kejadian yang mencekam banyak sih. Kaya ngelerai orang mabok yang berantem, terus waktu itu sumur kita dijailin anak-anak yang masukin deterjen dan menyebabkan hampir semua perempuan mengalami keput*han terus ada temen yang hampir kejangkit malaria juga.

Selain itu disana nyawa manusia kaya murah banget. Waktu itu pernah kita mesen semen di kota Atambua, tapi sampe 3 hari ga sampe-sampe, kita tanya ke bapak desa, kok semennya ga sampe-sampe. Terus bapak desanya ngomong sopirnya meninggal dikeroyok orang-orang gara-gara pas mau nganterin ke desa kita eh nabrak anak kecil terus dikeroyok sampe mati. Terus bapak desa ngomongnya biasa aja, kitanya udah gemetaran padahal.

Penanya 3: Bang Fahmi

  1. Apa perubahan terbesar yang Dira rasakan dari diri Dira setelah menyelesaikan program KKN ?

Jawab:

Jadi lebih banyak bersyukur atas segala hal!!! Kalo aku lagi sedih jadi inget Atambua. Dan sebetulnya jadi lebih menghargai air. Perlahan walaupun masih pelan-pelan jadi lebih mau mandi dibanding dulu sebelum KKN. Wkwkwk.

  1. KKN identik dengan cinlok. Apa Dira ngalamin cinlok pas KKN atau setelahnya ? Atau adakah cerita cinlok di KKN Dira? Boleh antar mahasiswa atau antara mahasiswa dengan warga setempat.

Jawab:

Cinlok KKN pasti ada kak. Tapi off the record wkwkwk. Yang jelas dulu Dira bahkan pernah ditembak sama anak kampung sana. Hahaha. Alesan dia nembak karena katanya dira baik dan solehah (padahal doi katolik) kocak banget dah.

  1. Apa hal utama yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa pelaku KKN, supaya KKN nya tepat sasaran ?

Jawab:

Harus survey derah setempat! Ga Cuma persiapan program tapi juga bahasanya, budayanya, sebelum aku berangkat KKN aku belajar dulu dikit-dikit bahasanya. Contoh: hau hadomi artinya: ai lop yuu

Penanya 4: Herlangga

  1. Kakak Dira disana ngajar anak-anak SD ?

Jawab:

Ngajar SD dan SMP. Kalo di desa yang satu lagi kami bagi 2 jadi 2 desa dan ada SMA nya juga. Kebetulan di satu desa aku itu ada 1 SD dan 1 SMP, kita ngajar semuanya bagi-bagi sama temen KKN. Aku kebagian ngajar SMP.

  1. Dalam keadaan puasa ?

Jawab:

Yak

  1. Sumber air susah (nimba air disumur)?

Jawab:

Yak

  1. Masyarakat disana menghargai orang ?

Jawab:

Betcul

  1. Nah bisa ceritakan awal kakak dira dateng, menginap sama warga atau memang sudah disediakan rumah buat kakak dira ?

Jawab:

Jadi kami kan 2 desa. Desa bakustulama dan rinbesihat. Aku di rinbesihat dan kami menginap di balai desa. Kita sulap jadi ruangan kosong, tidur dilantai pake sleeping bagselama 2 bulan, cewe-cowo dikasih sekat. Kalo yang di bakustulama mereka dapet tempat tinggal di rumah bapak kepala desanya tapi juga dilantai rumahnya.

  1. Tips agar tidak bosan saat KKN ?

Jawab:

Ga mungkin bosen kalau banyak kegiatan. Jadi harus banyakin kegiatan jangan gabut. Desa 1 bangun, bangun semua.

  1. Di masyarakat ada namanya lapisan sosial, nah ada gak selama KKN kaka dirak melihat jelas tentang lapisan sosial tersebut ?

Jawab:

Disana hampir sama semua, lapisan sosialnya ga jomplang rata-rata menengah kebawah (tapi mereka pada pelihara sapi dan babi) jadi enak kita KKN nya bisa bener-bener menyeluruh.

  1. Terus ada ga kecemburuan misalnya ada temen yang kurang bekerja, kerjanya Cuma males malesan.

Jawab:

Alhamdulillah kalo pun ada itu paling cuma sehari doang. Ga ada yg gabut semuanya kerja, makanya ga bisa berkonflik.

  1. Setelah KKN apakah kakak dira pernah menjenguk desa tersebut sampai sekarang atau mendegar perkembangan tentang desa tersebut ?

Jawab:

Aku ingin balik kesana tapi disuruh selesein skripsi dulu sama ortu. Sebetulnya skripsi aku pun lagi membahas tentang daerah Atambua jadi kalo diijinin ortu aku pengen penelitian kesana.

  1. Ada ga rencana setelah punya suami, kakak dira mau tinggal di desa  terpencil, kalau gak ada alesannya dan kalau mau alesannya kenapa ?

Jawab:

Aku bahkan kepengen tinggal di Atambua dan udah kebayang mau kerja di lembaga international disana (kebetulan ada dan aku suka) tapi ortu belum setuju dan juga pertimbangan setelah punya suami pasti harus dihitung-hitung jadi doakan aja biar aku bisa ikut bantu bangun tempat mereka. Minimal dapet kerjaan yang bisa sekali-kali ngadain kegiatan disana.

  1. Selain ngajar di sekolah disana ngajarin apa lagi kak ?

Jawab:

Disana ngajar tari indang, ngajarin main gitar (disana mereka minim alat musik) terus sosialisasi tentang pornografi, KDRT semua based on undang-undang (karena anak hukum), bantu bikin peraturan Desa, akte kelahiran dll. Terus ngajarin ibu-ibu bikin bakso (padahal awalnya juga diajarin temen). Banyak improve lah selama disana. kalo yang lain keahliannya based on jurusan masing-masing. Kayak dokter hewan melakukan vaksin, anak-anak FKG bikin dokter kecil, yang sastra jepang ngajarin anak-anak bahasa jepang, dll.

Penanya 4: Youzhmie

  1. Saya tau sedikit kalo di NTT itu masyarakatnya prefer tinggal satu rumah tanpa menikah, sebabnya karena biaya untuk menikah disana super duper tinggi. Jadi akibat itu banyak anak-anak yang lahir tanpa surat-surat keterangan, bahkan sampai besar. Dan yang Dira temui di lapangan, sinkron ga fenomena itu ? Terus dari tim Dira sendiri apa yang dilakukan menghadapi fenomena itu ?

Jawab:

Itu bener banget! Jadi disana itu antara adat dan agama lebih kuat adatnya. Disana kalo mau kawin secara adat yaudah tinggal melakukan prosesi adat (aku kurang ngerti ngapain, tapi katanya mudah dan murah). Sedangkan kalo kawin secara agama dan negara, harus ada biaya pemberkatan di gereja dan biaya-biaya lainnya untuk resepsi yang harus potong babi sejumlah yang banyak. Jadinya mereka lebih memilih untuk kawin secara adat dulu. Makanya kalo ada kawinan di Atambua rata-rata udah pada 40 tahun keatas.

ya, yang kami lakukan terhadap fenomena tersebut kami mengundang orang-orang dari pemerintah daerah untuk bikin sosialisasi akta. Terutama akta kelahiran karena itu penting banget. Dihadirin sama masyarakat dan kepala-kepala desa dan dusun disana. alhamdulillah-nya abis itu mereka mencoba untuk mau mendaftarkan akte kelahiran anaknya (alesannya karena mereka males dan ga ngerti). Karena sebetulnya masalah akte itu ga ada hubungannya dengan pernikahan, karena akte itu bisa ditulis dengan nama ibunya saja.

Penanya 5: Adib

  1. Budaya adat di Atambua ada apa saja Dir ketika kamu lagi disana ? terus seperti apa?

Jawab:

Mereka masih sangat kental budaya portugisnya (secara mereka bekas jajahan portugis). Suka pesta, minum, ga kenal lelah sampe pagi jadi ini PR buat kami yang ingin menanamkan nilai-nilai yang baik disana. kalo budaya seni ada musik namanya likurai, tari tebe, dan tenunnya keren banget. Aku dikirimin banyak uang sama mba jetc sama mama, kirain buat jajan.. gataunya….. nitip tenun.

  1. Bagaimanakah keadaan alam disana ? tempat wisata ada disana ? tempat wisata yang bisa dikembangkan disana apa ?

Jawab:

Alam disana penuh kapur, kering tanahnya. Tapi pantainya indah, ada pantai namanya atapupu dan pantai-pantai lainnya yang kemungkinan bisa dikembangkan untuk pariwisata. Peternakan sapinya juga subur dan banyak hamparan savana kayak di film-film.

  1. Bagaimana akses transportasi ke desa Ribesihat dari Yogyakarta ?

Jawab:

Dari Yogyakarta naik bus ke Surabaya, dari Surabaya naik pesawat ke Kupang, dari Kupang naik bus sekitar 8-10 jam ke desa KKN.

  1. Kalau seni macam festival atau kegiatan budaya gitu adakah ?

Jawab:

Biasanya bukan festival tapi kayak menyambut menteri, atau ada acara panen raya nanti ada penampilan budaya-budaya. Mereka rata-rata kerja jadi peternak sapi dan babi, atau pedagang (tapi biasanya cina dan itu di kota Atambua)

Penanya 6 : Uli

  1. Selama dua bulan disana berapa total tas yang Kak Dira bawa ?

Jawab:

1 carrier dan 1 daypack. Tiap hari nyuci mulu. Ckckck

  1. Selama 2 bulan disana makannya apakah tiap hari masak ?

Jawab:

Masak dan nasinya segepok, lauk tempenya seuprit. Sekali-kali nyoba bikin dendeng dengan resep bu tatty :p

  1. Kalo ada orang yang keliatannya bosen dan males berkegiatan apa yang harus dilakuin temen-temennya biar dia bisa semangat lagi ?

Jawab:

Alhamdulillah karena Cuma 2 bulan kayanya ga ada titik jenuh karena setiap hari ada aja kegiatan yang baru dan itu menyenangkan. Makanya aku ngerasa bingung kalo KKN yang cuma bentar itu kok ada aja ngerasa bosen padahal kan tugasnya banyak.

Intinya dari kegiatan KKN ini Dira sebagai bomber mengungkapkan bahwa dirinya banyak bersyukur sejak dilaksanakannya KKN ini. KKN ini diibaratkan semacam titik balik hidup,speechless kalo diceritain detailnya dan selalu ingin nangis. Walau hanya dua bulan tapi bener-bener membekas di hati “Kayanya jiwa saya masih tertinggal di Atambua” Ungkap Dira. Dira juga menyampaikan pesan untuk temen-temen FIM Club Traventure yang akan melaksanakan KKN bahwa manfaatkanlah waktu mengabdimu sebaik mungkin karena siapa yang tau di KKN ini lah kita bisa bener-bener mengenal dirimu sendiri, dan jangan mengeluh karena kalau kita menjalaninya dengan kebahagiaan malah jadi rindu terus kayak Dira sekarang ini. Jadikanlah KKN ini sebagai ladang amal dan ajang bertemunya keluarga baru, tidak hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban mahasiswa untuk melaksanakan 3 dharma perguruan tinggi.


  • Mandira Bienna Elmir

    suatu kesesuatuan