Sharing Session

Rencana Anggaran Biaya

1013467_10200203895359335_224106921_n

Ario Bismoko Sandjoyo

Diskusi kali ini kita akan dipimpin oleh bomber yang merupakan seorang pemuda asal gunung kidul yang tinggal dibogor, sudah aral melintang di dunia traveling. Bomber kali ini yaitu Ario yang akan sharing bagaimana cara menyusun RAB yang baik untuk traveling.
Pemuda lulusan IPB ini sangat cerdas dan kaya akan wawasan apalagi dunia traveling, Ario Bismoko Sandjoyo nama lengkap pemuda ini, sekarang bekerja di Navigatour bersama Mokhamad Fahmi Fauzi yang berkantor di Bogor.

Nah penasaran kan gimana cara menyusun anggaran biaya biar ga jebol dompet kita, yuk baca ulasannya dibawah ini :

Apa itu RAB ? RAB kepanjangan dari Rencana Anggaran Biaya, semacam perencanaan biaya selama kita traveling. Kenapa RAB ini penting ?

Tentu setiap traveler ingin perjalanannya menyenangkan dan lancar, salah satu hal yang paling fundamentalis adalah masalah keuangan. Pastinya kita tidak ingin kehabisan uang saat lagi jalan atau over budget terlalu banyak saat traveling sehingga nantinya berimbas pada hal-hal lain diluar dugaan contohnya seperti tidak bisa menabung untuk biaya menikah. Hehehe. Jadi kalo ingintraveling murah dan berkualitas bisa banget asalkan perencanaan keuangan anda tepat.

Kenapa bomber membahas tentang RAB ini karena kebetulan hal ini berhubungan dengan kegiatan sehari-hari di navigatour (sebuah usaha travel yang sedang digeluti). Hal ini juga penting jika ada dari temen-temen yang ingin jadi trip planeer atau tour organizer, atau mau bikin open trip, atau sekedar trip sama temen-temen atau sendirian.

Ada beberapa hal yang penting dilakukan sebelum membuat RAB adalah :

  • Buat itinerary yang jelas dan sangat detail.
  • Pastikan harga dari setiap vendor, bisa browsing di internet atau telepon langsung ke vendor.
  • Jika memang harganya abu-abu tetapkan harga tertinggi aja, cari aman.
  • Siapkan selalu dana cadangan. Penting nih buat  force majure

 Jadi sebagai tahap awal kita bagi dua anggaran kita:

  • Fix cost biaya yang tidak terlalu dipengaruhi oleh jumlah orang. Contoh: biaya sewa kendaraan akan sama jika kendaraan itu penuh/ tidak.
  • Variabel cost biaya yang sangat dipengaruhi oleh jumlah orang. Contoh: biaya makan.

Setelah itu silahkan masukan komponen biaya sesuai dengan itinerary dan informasi yang anda dapat. Beres tentang perencanaan kita masuk ke eksekusi. Perencanaan yang matang jika eksekusinya lemah sama aja boong, ini ada beberapa tips pelaksanaan RAB agar trip berjalan lancar:

  •  PATUHI rencana yang sudah anda buat. Kalo emang ada pengeluaran di luar rencana pake dana cadangan aja.
  •   CATAT semua pengeluaran selama trip, catat juga dari mana pos dana tersebut. catatansimple saja.
  •  PISAHKAN uang sesuai dengan masing-masing pos dananya. Bisa pake amplop atau dompet yang ada banyak kantongnya.
  •  JANGAN bawa uang untuk semua trip dalam satu kesempatan, jika mungkin disimpen di ATM sebagian lebih baik, ambil kebutuhan per hari aja.

Nah untuk memisahkan uang sesuai dengan budgetnya. bisa pake traveling wallet atau dompet banyak sekat (money organize wallet)

Sesi tanya jawab:

  •   Ihsan: 

Selama travelling, Kenyataan sama RAB yang udah dibuat selalu tepat ? Lebih ? Atau kurang bang ?

Jawab:

Selama traveling, seinget gw gak pernah bener-bener tepat. Tapi sebuah prestasi kalo semuaitinerary terlaksana namun budget masih tersisa. Over budget juga pernah, karena informasi kurang lengkap atau rencana kurang matang.

  •   Dira: 

Nanya kak ario, budget terendah yang pernah kakak laksanakan dalam trip berapa ? Dan itu kemana ? Bisa di share detail pengeluarannya apa aja ?

Jawab:

Budget terendah ?? nah budget terendah kan tergantung jauh dan lamanya tripnya. Seinget gw yang mungkin bisa dikatakan relatif ‘murah’ adalah saat roadtrip Bogor-Dieng-Pekalongan, dulu perbekalan kita bawa dari rumah : tol dan bensin 900rb, makan sebagian numpang temen, sisanya paling habis 50rb, tiket masuk gratis!! Karena kita mampir ke Dinas pariwisata dulu, speak-speaksama kepala dinasnya waktu pergi berlima. Durasinya waktu itu 4 hari 
Dira:
  900 rb dan utk ber4 ya ?  
Jawab:
Sisanya trip murah saat survey navigatour, karena pake duit kantor. Terima kasih navigatour. Dulu berlima dira sama temen-temen kuliah. 900rb sebagian dari orang tua dan sisanya sumbangan temen-temen. jadi irit banget.

  • Fahmi: 

perduitan inikan masalah sensitif ya, yo. kalo backpacking bareng temen-temen (non profit), gimana tips dan triknya supaya masalah perduitan bisa clear dan terhindar dari konflik ?

Jawab:

menurut saya bang, pertama masalah perencanaan harus jelas, informasi harus lengkap, agar saat disampaikan saat rencana ajakan trip, semua bisa paham. Selanjutnya inilah pentingnya pencatatan pengeluaran selama trip, kalo trip barengan apalagi share cost ini penting banget agar saat akhir trip ketahuan budget yang dibutuhkan. Usahakan semua informasi bisa diakses semua peserta trip dan leader tripnya harus transparan juga.

  • Fahmi: 

kalo dikaitkan dengan fix cost dan variable cost yang dijelasin di atas, gimana ngelola kedua cost tersebut dalam sebuah trip yang bersifat cost sharing, yo ?

Jawab:

Oke bang gw coba jawab pake studi kasus yaa. Gw bulan mei ke bromo sama temen-temen rencana awal yang berangkat ada 17 ternyata yang jadi berangkat 13. Gw sebagai leader (cieelaaah…) menetapkan deposit awal 400rb/orang. Nah beberapa komponen fix cost : sewa elf, sewa homestay,sewa jeep. Biaya itu tetap gak berubah walau jumlah peserta berkurang. Awalnya hitungan gw 400rb perorang itu cukup bahkan sisa, tapi karena jumlah peserta berkurang biaya masing-masing orang jadi bertambah, gw share total cost ( fix+variabel) di bagi jumlah peserta, ternyata semua harus tambah 67rb Semua nerima karena itu emang konsekuensi jumlah peserta berkurang.

  •  Jetc: 

kira-kira ario ada rencana ga, one day,, ario pergi-pergi tanpa ada RAB sama sekali ? kalo ada, kapan dan kenapa ? terus ntar kalo mau honeymoon, RAB nya bakal kayak gimana ? #ecieeee

Jawab:

sesungguhnya dulu saya sering kak trip tanpa RAB. hehe namun krena kebiasaan di navigatour, maka kebiasaan itu terbawa. Suatu saat sepertinya akan pernah lagi trip tanpa RAB belum tau kapan kak, belum terencana. mungkin saat blind traveling saat kita traveling ‘ngalir’ aja belum punya itin dan semua serba spontan. Honeymoon ?? Oh meeeen..RAB nya tergantung hasil kondangan kak..hahaha Honestly belum kepikiran RABnya kak. 

  • Jetc: 

maksudnya angpaw ??ckckckck…
Jawab:

Hahaha becanda kak. Klo destinasi sih udah kepikirankan, tinggal Acc dari istri dan nyusun RAB aja. hahahay

  •   Dira: 

Honeymoonnya kemana kak ?

Jawab:

Honeymoon-nya beberapa tahap, yang pertama adalah Ke Sabang. karena Sabang adalah Titik nol Indonesia, Indonesia berawal dari sana, dan cerita rumah tangga juga akan berawal dari sana.

Karena Rumah tangga tuh kaya Indonesia, walaupun banyak masalah tapi tetap saja indah.

  •    Sifat: 

Yo..klo duitnya ilang, atm ga ada, pulsa abis, bahan makanan ludes, terus susah sinyal, jarang ditemuin orang-orang dan ga ada yang mo ngasih tumpangan gimana tuh RABnya masih guna ga ??

Jawab: 

Duit gak ada RAB gak ada gunanya lagi teh, disaat itu berdoa lebih baik.

Cara mensiasatinya kayak apa ??

Jawab:

Kayaknya situasi kaya gitu hampir gak mungkin, kecuali lw berada di alam liar, selama masih ada manusia, maka insya Allah ada yang nolongin.. nah klo gak ketemu manusia terapkan ilmu survivalaja teh.

Traveling yang manakah hampir 80% sesuai dengan itin ?

Jawab:

Gw orang yang males beli oleh-oleh teh.hehe Trip navigatour banyak teh yang RAB dan itin-nya sesuai.

Traveling yang manakah hampir 80% sesuai dengan itin tanpa navigatour tapi perjalanan lo sendiri yo ?

Jawab: 

 Trip terakhir gw gak bareng navigatour adalah ke bromo bulan mei sama kawan-kawan teh, itu sesuai itin tapi uangnya gak sisa. Maksudnya uangnya sesuai sama RAB adjustment.

Setelah sesi tanya jawab selesai Kak Ario pun memberikan closing statement, kadang emang tidak berencana adalah rencana terbaik. Tapi kita harus tetap berencana agar kita tau hidup kita sesuai rencana atau tidak. Begitu juga dengan Traveling. 

Planning for the best, preparing for the worst.