Sharing Session

Kedaruratan Di Alam Terbuka

10385315_10203176097507547_4216429064926444966_nBomber untuk sharses dengan tema “Kedaruratan di Alam Terbuka” adalah Annisa Inayati MS, yang akrab dipanggil Iin.  Iin yang lahir pada bulan September di RS Kustati Solo saat ini berstatus mahasiswi angkatan 15 di UNS Solo

Rekam jejak Iin dalam dunia perjalanan antara lain menjelajahi beberapa gunung, pantai dan gua di Jawa.  Iin yang berdomisili di kota Solo The Spirit of Java memiliki hobi trekking di hutan serta gunung, berenang, serta membaca dan fotografi.  Sampai saat ini, iin masih menyimpan keinginan untuk mengunjungi Makkah-Madinah, Kerinci, Rinjani, Semeru, Everest, Jepang, Jerman, Belanda, dan hati suami. Pengalaman travelling yang tidak terlupakan adalah pengalaman spiritual yang dialaminya sekitar bulan April-Juni.  Bagi yang ingin berkomunikasi lebih intens dengan Iin, bisa mengontak Iin di beberapa akun medsosnya dengan ID @iinms.

Di negara-negara maju, bantuan hidup dasar untuk segala macam kegawatdaruratan telah menjadi konsumsi umum.  Personel Traventure pun akan menemui kondisi di mana mereka berada di alam, sehingga Iin memandang penting untuk mempelajari tentang kegawatdaruratan.

Gawat darurat adalah suatu kondisi di mana seorang manusia bisa terancam kehilangan nyawa karena suatu hal jika tidak segera diselamatkan.  Dalam penanganan sebuah kasus, kegawatdaruratan biasa dibagi menjadi 4 golongan kasus:

  1. Kasus gawat dan darurat
  2. Kasus gawat, tidak darurat
  3. Kasus tidak gawat dan tidak darurat
  4. Kasus korban mati

Penggolongan ini biasa disebut dengan triage atau triase.  Disimbolkan dengan warna merah untuk kasus nomor 1, kuning untuk kasus nomor 2 , hijau untuk kasus nomor 3, dan hitam untuk kasus nomor 4.  Dalam sharses kali ini, yang lebih banyak dibahas hanya kasus warna merah saja.

Hampir semua kasus gawat darurat bisa meninggal jika tidak ditangani dalam hitungan menit sampai beberapa jam.  Gawat itu bahaya tapi tidak harus segera ditangani sedangkan darurat pasti “gawat”, sehingga sudah pasti berbahaya dan harus segera ditangani.  Beberapa contoh kasus darurat adalah:

  1. Hypothermia
  2. Tersedak
  3. Heat stroke atau sinkope
  4. Dehidrasi
  5. Asma
  6. Mountain sickness
  7. Gigitan ular berbisa
  8. Syok
  9. Kejang
  10. Perdarahan besar
  11. Trauma spinal

Hipotermia.  Didefinisikan sebagai kondisi saat suhu inti tubuh kurang dari 95 oF atau 35 oC. freezing_man Hipotermia menggambarkan keadaan di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kewalahan dalam menghadapi stressor dingin.  Seringkali menyebabkan kematian pada mapala yg sedang naik gunung atau sedang diksar.

Tersedak.  Saat melihat orang tersedak, langsung lakukan Heimlich Manouver,baru lakukan tepukan di punggung antara 5-20 kali.  Bila penyebab tersedak sudah terlihat di tenggorokan, segera ambil dengan tangan.

Heat Stroke atau Sinkope.   Merupakan kasus emergency yang timbul saat seseorang berolahraga terlalu berlebihan  dan benar-benar dehidrasi, saat panas diproduksi lebih cepat daripada yang dapat ditahan tubuh.  Dibagi jadi 2 tipe:

  1. Exertional Heatstroke. Terjadi karena aktivitas fisik yang berat dan lama pada lingkungan panas;
  2. Classic Nonexertional Heatstroke. Terjadi pada orang tua, orang dgn sakit kronis, atau anak-anak, yang disebabkan oleh paparan lingkungan yang panas.

Heatstroke dapat menyebabkan kematian, terlebih lagi bila terapinya ditunda.  Berikut adalah tanda dan gejala heat stroke:

  1. Suhu tubuh tinggi, 40 oC atau lebih
  2. Kulit kering, panas, dan berwarna merah
  3. Tidak berkeringat
  4. Nafas dalam nadi cepat, kemudian nafas dangkal nadi kecil
  5. Pupil dilatasi
  6. Bingung, delirium, halusinasi
  7. Kejang
  8. Penurunan kesadaran

Tata laksana Penanganan Heat Stroke :

  1. Pindahkan pasien ke tempat teduh dan longgarkan atau lepas pakaian
  2. Guyur dengan air dan kipas pasien, pijat extremitas dan kulit pasien untuk mempercepat pendinginan
  3. Elevasikan kaki pasien
  4. Periksa suhu tubuh (sublingual/rektal), jangan sampai dibawah 38,5 oC karena dapat mengalami hipotermi.
  5. Bila sadar, berikan minuman dingin
  6. Langsung rujuk pasien ke RS

DehidrasiGangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh.  Hal ini terjadi karena pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan (misalnya minum).  Gangguan kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh.

Respon awal tubuh terhadap dehidrasi antara lain rasa haus untuk meningkatkan pemasukan cairan yang diikuti dengan penurunan produksi kencing untuk mengurangi seminimal mungkin cairan yang keluar.  Air seni akan tampak lebih pekat dan berwarna gelap.  Jika kondisi awal ini tidak tertanggulangi maka tubuh akan masuk ke kondisi selanjutnya yaitu mulut kering, berkurangnya air mata, berkurangnya keringat, kekakuan otot, mual dan muntah, serta epala terasa ringan terutama saat berdiri.

Bila masih tidak ditangani dengan baik, tubuh dapat jatuh ke kondisi dehidrasi berat.  Gejalanya berupa gelisah dan lemah, lalu koma dan kegagalan multi organ.  Bila ini terjadi maka akan sangat sulit untuk menyembuhkannya dan dapat berakibat fatal.

Penanganan Dehidrasi:

Prinsip utama pengobatan dehidrasi adalah penggantian cairan.  Penggantian cairan ini dapat berupa banyak minum.  Bila minum gagal, maka dapat dilakukan pemasukan cairan melalui infus.  Tapi yang utama disini adalah penggantian cairan sedapat mungkin dari minuman.  Penggunaan obat-obatan diperlukan untuk mengobati penyakit-penyakit yang merupakan penyebab dari dehidrasi seperti diare, muntah, dll.  Pengganti cairan yang berfungsi secara efektif mencegah dehidrasi antara lain oralit, infus, atau cairan elektrolit semacam pocari sweat.

AsmaPenanganan: langsung berikan inhaller atau obat lain yang mengandung salbutamol  seperti neonapasin.  Dalam kondisi asma, percuma memberikan oksigen karena saluran nafas sedang dalam kondisi tertutup.  Segera bawa pasien ke IGD terdekat.

Mountain SicknessTurunnya kadar oksigen dalam darah akibat rendahnya kadar oksigen di pegunungan.  Gejala dan tandanya antara lain mual, muntah, haus, napas tersengal-sengal, lemah, nafsu makan turun, pucat (kebiruan pada bibir dan kuku), serta pusing dan sakit kepala.

Penanganan Mountain Sickness: bernapas menggunakan tabung oksigen.  Turunkan kembali pasien ke tempat yang lebih rendah.  Anjurkan pasien untuk bernafas lebih cepat dan lebih dalam agar oksigen dapat terhisap lebih banyak.  Berjalan pelan-pelan dan ambil istirahat setiap langkah untuk mengurangi kebutuhan oksigen.

Gigitan Ular BerbisaSegera ikat tempat gigitan di bagian atasnya atau bagian yang lebih dekat menuju jantung.  Jika kejadian tergigit kurang dari 1 jam, bisa dilakukan penghisapan, dengan catatan semua rongga mulut penolong  tidak ada sariawan ataupun gigi bolong.  Lalu lakukan sayatan sesuai dengan gigitannya.  Jika kejadian tergigit sudah lebih dr 1 jam, segera bawa korban ke IGD.

Pertanyaan

Sifat :

Sifat ga bisa gerak bahkan jalan kalau cuacanya dingin.  Sakitnya antara panggul ke bawah.  Dulu pernah kejadian pas ke Sempu.  Aku ga bisa jalan sama sekali karena udara yang dingin banget.  Kalau jalan tuh sakitnya minta ampun.  Ini masuk kategori apa yah?  Terus tau ga obatnya.  Kata dokter saraf sih kejepit urat saraf kecil.  Satu lagi, kalau mandi air dingin suka kerasa apalagi pas musim hujan.  Kudu siapin selimut banyak.  Menurutku itu kategori gawat darurat, soalnya menghambat aktivitasku.

Jawab :

Itu ga termasuk situasi gawat darurat, teh.  Karena ga ngancam nyawa, hanya ngancam kehidupan happy-happy.  Saraf kejepit biasa penanganannya kalau ga di fisioterapi ya bedah, untuk membebaskan syaraf.  Syaraf itu seperti kabel, teh.  Kalo dia kejepit otomatis listrik ke organ yang mau dilistriki ga sampe, makanya bikin sakit bahkan hingga kelumpuhan jika sampe bener-bener total kejepit.  Kalo pas sakit, ya satu-satunya cara buat ngilangin sakitnya minum obat penghilang rasa sakit.  Setelah itu, ketika ga sakit segera hilangkan penyebab rasa sakit tersebut dengan fisioterapi, beda, chiroterapi atau yg lainnya.

Tanggapan

Pernah dua kali Sifat bener-bener ga bisa bangun dari tempat tidur.  Bahkan mau menggeser badan tuh sakitnya luar biasa.  Itu yang pernah aku tanyain waktu itu, In.  Apakah hanya fisioterapi dan obat yang jadi solusi buat sakit kejepit urat saraf ini?

Septian :

  1. Bagi pendaki gunung yang punya asma,adakah cara preventif agar tidak mengalami asma, atau setidaknya menguranginya? Bila kebetulan ga bawa obat asma, adakah terapi alami bagi pengidap asma?
  2. Temenku kalo kedinginan suka gigit-gigit jari, gimana pendapat Iin tentang hal itu?

Jawab :

  1. Asma itu bawaan, kak. Asma adalah penyakit turunan dan dibawa seumur hidup.  Untuk menghindarinya, ya hindari faktor pencetus asma.  Analoginya seperti bila alergi udang, ya jangan makan udang.  Bila alergi dingin, ya hindari tempat-tempat dingin.  Untuk mengurangi ada sih namanya terapi hiposensitisasi, cuma masih belum diketahui tingkat efektivitasnya.  Karena bagaimanapun jika ketemu lagi sama faktor pencetus, asma akan tetap terjadi

Cara preventifnya dengan minum obat anti histamin sebelum mendekati faktor pencetus.  Lalu kalau dingin, minum obat dulu sebelum kena dingin, pakai jaket tebal dan siapkan obat asma.

  1. Ini mah reaksi personal. Ga umum.  Kalau kedinginan daripada selimutan mending lari apa push up atau lakukan hal-hal gila di kedinginan.  InsyaAllah badan lebih cepet adaptasi ama dingin.

Tanggapan Jetc :

Jadi asma dan alergi tidak ada obatnya ya, Iin?  Artinya tidak bisa sembuh sama sekali?

Tanggapan Iin :

Betul, kak.  Karena dia reaksi imun sistemik. Hanya bisa dicegah kemunculannya.

Septian :

Nama obatnya apa, In?

Jawab :

Obatnya kalau pas belum asma dan ada kemungkinan berinteraksi dengan pencetus asma adalah segala macam antihistamin, kak.  Kalo udah kena serangan asmanya, kasih Neonapasin (atau obat lain yang mengandung salbutamol), Ranitidine, atau CTM.

Herlangga :

Kakak Iin, gimana cara mengetahui bahwa ular itu berbisa atau tidak?  Apakah dari gejala atau dampaknya ?  Atau nunggu korban tepar dulu baru tau itu gigitan ular berbisa ?

Jadi suatu ketika pagi-pagi ngantar koran, ada rombongan orang di jalan.  Ternyata ada sepasang ular berwarna hijau.  Lalu para warga menggunakan kayu buat mengusir ular tersebut.  Turunlah saya untuk melihat, karena saya suka dengan ular.  Lalu saya tangkap ular tersebut, karena kasihan melihat ular tersebut dipukul.  Namun satu ular lain sempat kabur ke tempat yang susah dijangkau, jadi cuma satu yg saya selamatkan.

Ibu-ibu di sana nanya, ularnya berbisa atau enggak ?

Terus saya jawab kurang tau.

Nah pertanyaannya, kira-kira ular yang saya tangkap itu berbisa ngga ?

Jawab :

Kalau gigi-giginya banyak dan rata biasanya ga berbisa.  Cek juga bekas gigitannya, Angga.  Kalo ada 2 lobang dan berwarna biru/ungu pasti ular berbisa.  Ada perbedaan spesifik antara ular berbisa dengan ular yang ga berbisa :

Ular berbisa

  1. Dua gigi taringnya menonjol
  2. Mematikan lawan dengan taring dan bisanya
  3. Biasanya ular-ularnyanya kecil-kecil
  4. Warnanya warna hutan (ga mencolok)

Ular ga berbisa

  1. Giginya rata, taring ga menonjol
  2. Mematikan lawan dengan membelit kuat
  3. Biasanya ukurannya gede-gede
  4. Warnanya mencolok

Fino :

1.bagaimana cara penanganan pertama bila terjadi pendarahan besar di gunung ?

  1. tips cara mengurangi resiko terjadinya keadaan darurat seperti hipotermia atau sinkope bagi para pendaki.
  2. apabila terjadi kejang otot pada pendaki, bagaimana pertolongan pertamanya?

Jawab :

  1. Segera lakukan penekanan pada arteri yang sobek. Kalau bisa tekan dengan sesuatu yang steril.  Jika ga ada, segera tekan dengan tangan.  Tekan hingga mendapat penanganan yang tepat di puskesmas terdekat.  Bisa juga dengan cara menekan pake kain yang diikatkan dekat luka, dekat lokasi perdarahan yang lebih dekat ke arah jantung.
  2. Hipotermia itu kondisi diri yang kurang cahaya matahari. Biasanya terjadi pada orang yang terlalu basah, ga kering-kering, dan kedinginan.  Sedangkan sinkope adalah kondisi saat terlalu banyak terpapar cahaya matahari.  Makanya kita selalu disarankan sering-sering istirahat di tempat teduh jika pas pendakian siang hari.  Jika badan berkeringat sehingga baju terlalu basah dan dingin udah mulai dateng, segera ganti baju dengan yang  Usahakan tetap makan walau ga nafsu makan pas pendakian, karena kurang makan juga bisa nyebabin kondisi tubuh cepet dingin.
  3. Kram otot biasa terjadi karena tubuh kekurangan elektrolit. Jangan pake balsam-balseman atau metil salisilat semacam counterpain karena akan memperburuk keadaan setelah pendakian.  Minum aja larutan oralit atau pocarisweat.  Otot yang keram diistirahatkan sambil dipijit-pijit biar elektrolit cepet sampai ke otot yang kram.  Cara simple bikin oralit: campurkan 1/4 sendok garam dan 1 sendok gula ke dalam 200 ml

Jetc :

In, punten penasaran.  Tentang “kram ga boleh pake konterpain” ini hanya berlaku buat kasus naik gunung, atau selain naik gunung juga?  Misalnya kram pas lagi kondisi biasa atau pas lagi berenang?

Jawab :

Pas digunung aja, kak Jetc.  Kalo kramnya pas dalam kondisi normal atau pas lagi berenang, jelas bisa pake konterpain.

Ario :

Mau tanya in, gw pernah ngobrol sama volunteer PMI, dan kata beliau dalam kondisi darurat kita tidak boleh melakukan tindakan kepada korban jika kita bukan tenaga medis.  Bagaimana etikanya diliat dari perspektif anda?

Jawab :

Inti dari menolong adalah:

  • “Safety, Safety, Safety!!”, dalam artian utamakan keselamatan pribadi. Jika sudah yakin, pastikan keselamatan lingkungan di sekitar korban, baru selamatkan korban.
  • “No further harm!!”, jika kasus trauma, mending ga usah menyelamatkan karena biasanya akan menambah trauma karena tidak memahami tekniknya. Bahkan ga semua dokter bisa jadi TBM yang turun ke  Butuh pelatihan juga untuk kasus-kasus trauma.

Yang kita bahas di sini adalah kedaruratan non trauma.  Selain trauma, silahkan tetep melakukan pertolongan.

Lalu yang bisa orang awam lakukan saat melihat kejadian trauma di depan mata, saat ga ada orang lain di sekitar lokasi kejadian, adalah:

  1. Tetap cooling down,
  2. Segera telpon ambulance / 118 / IGD terdekat
  3. Amankan lokasi sekitar

Sebenarnya kasus trauma ga semuanya sehoror itu.  Kalau ada lebam/jejas/lebam merah di atas tulang selangka dan pasien masih sadar dan tidak mengeluhkan ga bisa menggerakkan anggota geraknya, lebih baik hindari menolong jika ga ngerti tekniknya.

  1. Kasus Darurat Trauma (yang orang awam ga usah coba coba nolong):
  2. Trauma Spinal
  3. Kasus Darurat Medis (orang awam bisa menolong) :
  4. Hypotermi
  5. Tersedak
  6. Heat stroke/ sinkope
  7. Dehidrasi
  8. Asma
  9. Mountain sickness
  10. Gigitan ular berbisa
  11. Syok
  12. Kejang
  13. Pendarahan besar

 

D-R-C-A-B

Danger: amankan dari kondisi bahaya

Response: cek respon korban, panggil nama atau tepuk-tepuk ringan

Circulation: cek aliran darah, cek nadi

Airway: cek aliran nafas, apakah ada yang menyumbat dan cek sirkulasi udara sekitar

Breathing: cek pernapasan dan lakukan nafas buatan bila nafas terhenti/tersendat

 

Ario :

Dulu pas FIM Rescue, diajarin katanya kalo ada orang kecelakaan, kesalahan terbesar orang-orang sekitar yang mau nolong adalah ngasih minum. Itu kenapa ya, In ?

Jawab :

Guys, kalo ada orang ga sadar, apapun bentuk penyebabnya, jangan langsung dikasih minum.  Karena ketika orang ga sadar, itu biasanya otot polos yang menggerakkan lidah ikutan ga sadar dan menutup jalan nafas.  Kalau dia dikasih minum nanti bahaya yang paling mungkin adalah tersedak yang malah memungkinkan terjadinya kematian.

Minimal panggil hingga dia merespons dulu.

 

Milwan :

  1. Kak, Prosedur CPR yang bener itu gimana sih?
  2. Keefektifitasan CPR itu berapa kali kita berikan?

3.Kalau demam tinggi di dalam hutan, alternatif penanganannya gimana ya kak?  Keadaannya lagi gak bawa obat dan dalam kondisi survival.  Kemaren aku linglung dan bodo banget waktu aku lihat temen aku demam tinggi dan aku cuman melongo doang saat dia bilang, I’m Fine.

Jawab :

  1. Pastikan airwaynya udah bebas baru letakkan tangan tepat di antara kedua puting susu. Luruskan tangan ke atas, duduk di samping korban, dengan posisi lutut-kepala yang  Jatuhkan beban ke tumpuan tangan.  Lakukan kompresi dada 30x dengan kecepatan rata-rata 100x/menit, lalu nafas buatan 2x.  Ulangi sampai 5 siklus, lalu evaluasi sirkulasi.  Jika sirkulasi/nadi belum berdetak, ulangi lagi. Jika sudah berdetak, kasih nafas 6-10 kali per menit sampe dia bangun.
  2. CPR efektif jika sirkulasi /nadi kembali. Jika belum kembali, berarti ga sukses.
  3. Jika penolong kelelahan hingga ga bisa lanjut.
  4. Korban meninggal.
  5. Datang tim medis yg lebih kompeten.

Kompres pake air hangat semi panas di lipatan-lipatan ketiak, leher kanan kiri, selangkangan.  Bila perlu, taruh kompres di jidat, karena kompres akan memberikan kehangatan dalam vasa darah besar.  Lalu hilangkan penyebab demam.  Bila baju basah, ganti bajunya.  Bila demam disebabkan oleh imun yang turun, beri makan yg banyak.  Buatkan teh manis hangat, bila memungkinkan.