Sharing Session

Travel Sosial di Entikong Kalimantan Barat

IMG-20141020-WA0004

Tria Rahmawati

Triana Rahmawati berkuliah di Univeristas Sebelas Maret Solo dan merupakan angkatan FIM 13 saat ini Tria akan berbagi mengenai pengalamannya yang berkesempatan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) kebangsaan. KKN yang pesertanya dari 34 kampus di Indonesia, ke entikong Kalimantan Barat. Entikong berbatasan darat dengan serawak Malaysia. Cerita tentang entikong juga udah sering di angkat di film layar lebar, seperti tanah surga katanya tahun 2012, dan film dokumenternya marcela zalianty “cerita dari tapal batas” tahun 2011. Emang menarik banget entikong ini untuk di ceritakan ke public, mengingat entikong adalah perbatasan yang seharusnya menjadi beranda terdepan namun kondisi pembangunannya jauh tertinggal. Berbeda sekali sama perbatasan yang di batam, yang berbatasan sama Singupura.

Nah Berikut sharing session-nya selamat membaca J

Dimulai dengan menelusuri kehidupan sosial di Entikong :

  1. Listrik

Ada banget yang menarik soal listrik. Di daerah entikong listrik belum merata, daerah daerah pedalaman kaya badat, gun tembawang, itu ga ada listrik. Tapi yang lebih menarik, di daerah entikong yang listriknya di pasok dari malaysia, mati lampunya paling hari sabtu. Tapi satu jam dari entikong, sanggau yang listriknya dari Indonesia, setiap hari mati lampu, bahkan durasi mati lampunya dari abis magrib sampe jam solah tahajud. Terkadang suka mikir, soal kualitas listrik aja, kita kalah banget sama Malaysia. Padahal anak-anak SD kalau belajar, mereka diajarkan Kalimantan termasuk pulau terbesar di Indonesia. Yang seharusnya dengan kebesaran pulaunya, menjadi kemajuan daerahnya. Tapi yang ini, kebesaran pulaunya menjadi alasan keteringgalan daerahnya.

  1. Sekolah
IMG-20141020-WA0006

Proses Belajar

Kalau kita jalan-jalan ke sekolah yang ada di perbatasan, lebih banyak lagi cerita yang bisa kita bawa pulang. Sekolah-sekolah dasar disana, halamannya luas-luas, alias bangunannya sedikit aja ketimbang luas tanahnya. Tapi masalah bangunan, udah jadi masalah yang ga urgent lagi, karena disana masalah kualitas pendidikan jauh lebih penting, kayak anak-anak putus sekolah itu udah di fikir belakangan, karena anak yang sekolah mereka ga pada naik kelas. Bahkan sampe dua tahun. Karena gurunya juga terbatas banget. Kaya di desa rantau, satu sekolah cuma ada 3 guru, dan satunya itu adalah kepala sekolah.

  1. Pasokan sembako

Jadi waktu itu pernah ke border, pos pemeriksaan lintas batas. Disana ada yang menarik, orang itu sampai lompat pagar cuma buat dapetin sembako dari Malaysia . Ternyata bea cukai lagi melakukan pembatasan ketat karena banyak barang yang masuk ke Indonesia ga layak konsumsi, seperti daging import dari India yang mengandung penyakit mulut dan kuku, gula yang dua kali mengandung penyakit diabetes, dan sembako lain yang dijual dengan harga murah tapi bahaya untuk masyarakat. Tapi yang menarik, mereka tetep berusaha mendapatkan itu semua dengan lompat pagar. Jadi sembako masyarakat perbatasan bergantung sama Malaysia, dan dilegalkan untuk belanja di Malaysia 600 ringgit Malaysia per bulan per orang.

  1. Trip 3 negara

Nah ini yang ga kesampean, gara-gara ga bawa paspor. Jadi kalau mau ke malaysia sama Brunei tinggal naik bis aja sekali, itu bisa langsung 3 negara . Entikong Indonesia- Malaysia -Brunei. Tapi karena kemaren KKN, agak ga enak kalau mau jalan-jalan, akhirnya cuma ke Malaysia sama kepala desanya. Yang pasti emang Malaysia jauh lebih maju ketimbang kita, kualitas aspalnya, sampe kualitas pos pemeriksaan bordernya. Kalau di Malaysia rapi tertata, Indonesia ga bisa di tata. Masa di dalem bordernya ada tukang money charger, ada asongan, ada calo. Padahal harusnya steril, namanya juga pos pemeriksaan antar negara. Tapi lebih rapi bandara kemana-mana ketimbang ini. Makanya banyak penyeludupan khususnya narkoba. Dan sepanjang jalan ga ada lampu jalannya, kalau malem kaya ngebelah hutan cuma diterangi lampu kendaraan.

  1.  Perlakuan ringgit

Aaaaa ! Ironi banget waktu itu. Kan mau ambil motor ya, mau bayar parkir, terus nanya “berapaIMG-20141020-WA0009 pak?” Bapaknya jawab “berapa aja” ehh ga sengaja ngelirik duit yang dipegang bapaknya, banyakan ringgitnya. Dan ringgitnya halus banget, ga ada satu lipetan apapun, pas liat rupiahnya, huwaaaaw, kucel banget. Cara memperlakukan rupiah aja begini banget, Terus iseng nanya “pak ada yang kasih ringgit ?” Bapaknya jawab “malah mayoritas bayarnya pake ringgit, dan ringgit ga boleh rusak”. Kejawab sudah hehe.

Letak geografis entikong Secara administrative Entikong itu di Kalimantan Barat. Dari ibu kota provinsi, Pontianak, sekitar 6-7 jam. Dan masih ada jalan yang non aspal ketika dari Pontianak ke Entikong. Yang menarik, bis yang lewat depan rumah disana itu bis 3 negara, Pontianak – Malaysia – Brunei.

Sesi Tanya Jawab : 

Azzam :

  1. Minta ceritakan sdikit ttg program ‘KKN kebangsaan’. Konsepnya dan kalau mau ikut kaya gimana?
  2. Setelah sering digunakan untuk syuting dan tmptnya dijadikan destinasi KKN, perubahan ap yang ada di dalam struktur masyarakat setempat ?

 

Jawab :

  1. KKN kebangsaan yang aku ikutin tahun 2014 ini adalah program dari negara, dimana kita ga bayar sama sekali. Kaya Indonesia mengajar versi dikti. Tapi tujuannya Entikong . Dan setiap kampus cuma ngirim 5-10 orang. Dan kita serumah dengan 7-8 kampus yang berbeda. Seru bangettttt ! Belajar toleransi Indonesia mini. Akhir tahun ini KKN kebangsaannya ke Sabang Aceh dan Maluku . Di cek aja di info KKN kampus atau info KKN di dikti. Pendaftarannya lewat UPKKN kampus.
  2. Ada perubahan, tapi ga signifikan. Aku pernah kan 2 hari ngikutin kepala bea cukai Entikong, dan dikasih tau semua seluk beluk masalah yang buat di Entikong ga maju. Karena terlalu banyak kementrian yang turut campur kesana. Dan itu ga singkron antara satu dengan yang lain. Misalnya antara kementrian kehutanan dan badan yang memajukan daerah tertinggal dan perbatasan yang mengharamkan pohon di tebang untuk pemasangan listrik dari Malaysia, biar masalah listrik selesai .

Jadi menteri kehutanan ga mau hutan lindungnya di tebang, kementrian daerah tertinggal dan perbatasannya butuh nebang pohon untuk menyelesaikan masalah listrik

Perubahannya entikong jadi lebih terkenal kak, haha. Jadi banyak orang yang mau tergerak mau membantu ketika orang itu pulang dan menyebarkan berita tentang entikong.

Kuncinya entikong ini ga bakal beres, karena banyak kepentingan yang bercokol disana, dan ga singkron antara yang satu dengan yang lain, dan undang-undangnya dari tahun 1960 sampe sekarang belum banyak yang berubah, padahal kondisi sosial masyarakatnya udah berubah banget. Dan sangsi hukumnya juga belum tegas. Hukum adat disana lebih kuat ketimbang hukum negara. Makanya banyak masalah hukum yang lama untuk diselesaikan. Masyarakat juga banyak yang ga punya sertifikat tanah karena adat ga pakai sertifikat kaya hukum negara. Kompleks untuk di selesaikan hanya dari KKN atau film. Minimal dari KKN dan film publikasi tentang Entikong lebih intens.

Contoh, aku KKN di Kembayan, Sanggau. Nah itu baru satu kali ada KKN disana. Masyarakatnya nangis-nangis gitu pas kita pulang, kitanya juga sih. Karena masyarakat seneng banget di bantu buat bikin patok perbatasan, bantu administrasi desa, bantu bertani, mengajar, buka les sampe bantu acara acara adat disana. Dan mereka jadi punya link ke KPK, yang tadinya mereka ketakutan sama KPK, karena yang mereka tau KPK itu cuma nangkepin orang aja, ga tau kalau ada pendidikan anti korupsi. Sampe kita dikira intel. Bahkan film yang menceritakan tentang mereka baru di tonton pas kita ngadain nobar disana.

Uli :

  1. Gimana respon warga disana terhadap temen-temen kakak yang KKN disana ?
  2. Pernah curhat masalah yang kecewa sama pemerintah Indonesia ga ?

Jawab :

  1. Welcome banget, mereka sangat terbuka sama orang luar. Asal orang luar mau ngikutin adat istiadat mereka yang banyak banget itu dan aneh-aneh hehe. Misal kalau kita ditawarin makan, terus nolak. Kita harus nyentuh makanan itu dan di tempel ke leher biar ga cempalik/kempuaan. Cempalik itu nanti di jalan bisa tabrakan atau di gigit ular, kalau ngelanggar adat. Kalau kata orang jawa kualat. Tapi mereka baik banget !!!! Asli.
  2. Mereka bahkan kaya udah hidup mandiri tanpa pemerintah. Mereka apa apa bergantungnya ke kapala adat. Pernah kan aku nanya “apa suka dukanya jadi masyarakat perbatasan bu ?” Jawabannya adalah “biasa aja tuh kak, yang penting gula ga susah aja” karena mereka emang tergantu sembako dari Malaysia, ketika Malaysia nya lagi nyetop gula ke Indonesia, mereka itu bingung mau nyari kemana. Karena gula Indonesia ga cukup untuk disana.

Fahmi :

  1. Andaikan kamu punya uang 1 miliar rupiah untuk masyarakat Entikong, akan kamu gunakan utk apa dan kenapa?
  2. Dengan segala keterbatasan yang mereka alami di Entikong, apa yang membuat masyarakat Entikong mau (dan bisa) bertahan ?

Jawab :

  1. Kalau aku punya duit sebanyak itu, aku pengen banget benerin pendidikannya. Gimana mau jadi perbatasan yang unggul kalau masyarakatnya masih bodoh. Guru masih kurang, dan diperparah akses informasi susah banget. Ada sinyal aja udah untung. Fix , pendidikan adalah prioritas.
  2. Dayak itu artinya masyarakat pedalaman. Mereka emang tinggal di pedalaman hutan. Dan mereka udah terbiasa akan hal itu. Yang membuat mereka masih kuat yang pertama mereka masih tergantung dengan alam dan kedua mereka masih akan baik-baik aja selama hubungan dengan Malaysia sebagai pemasok kebutuhan mereka tidak terganggu. Mereka bisa belanja 600 ringgit malaysia per orang setiap bulannya. Satu ringgit sekarang Rp.3650,- Itu yang membuat mereka masih bisa bertahan. Karena mereka kebanyakan bergantung pada alam dan pertanian.

     Tapi kebijakan belanja ringgit itu disalahgunakan juga sama pengusaha. Padahal 600 ringgit itu cuma untuk kebutuhan konsumsi, tapi malah jadi disalhgunakan jadi buat dagang impor yang ada aturannya sendiri dari bea cukai.

Iin :

  1. Indonesiakan penuh dengan multi cultural tuh… apa aja yang menjadi ciri kebudayaan khas masyarakat entikong? Baik dari segi bahasa, makanan, dan ragam perilaku adat maupun hasil budaya yang mereka punya?
  2. Ceritain sedikit dong tentang nasionalisme masyarakat Entikong? Mereka bangga ga sih sama Indonesia?

Jawab :

  1. Ciri budaya khas Dayak yang paling terkenal itu ukuran motif dayak yang setiap daerah disana punya motifnya sendiri sendiri dan ga sama. Kayak motif sanggau, motif sekayam, ahh pokoknya banyak dan ga ada yang sama. Terus kalau makanannya disana yang kemaren sempet aku rasain itu ayam dimasak dalam bambu. Jadi ayam di potong-potong di masukin sama rempah-rempah dan taneman yang tumbuh disana dalam bambu terus di bakar. Bahkan mereka biasa makan jamur sawit, embut sawit, pakis hutan, dan sampai cempedak buah semacam nangka aja bisa di buat sayur. Beraneka ragam dan khas banget. Wah kalau bahasa, yang didaerahku itu dayak, nanti bahasa dayak suku lain beda lagi dan ga ada yang sama. Huaaa bahasanya
  2. Wah jangan tanya soal nasionalisme mereka, ada yang udah luntur bahkan ga mau tau menau soal Indonesia, ada yang cinta banget sama Indonesia. Gampangnya gini, mereka yang miskin kebanyakan nasionalismenya terkikis karena menggantungkan hidup dan ekonominya mau gamau dari Malaysia atau Brunei yang lebih deket ketimbang Pontianak. Yang kaya aja masih memilih jadi warga Malaysia karena fasilitas dan sarana prasarananya lebih memadai. Misalnya aja , rumah sakit disana cuma 1 padahal wilayahnya besar, sekolah juga kualitasnya begitu. Apa apa lebih mudah di Malaysia, jauh lebih maju di Malaysia. Ga heran eksodus pindah warga negara atau pindah tinggal ke Malaysia kerap dilakukan.

    Jetc :

    1. Pemerintah Indonesia udah sadar belum sih bahwa masalah gap pembangunan yang sdh berpuluh-puluh tahun ini seperti api dalam sekam yang lama-lama bisa tiba-tiba meletus & berakibat fatal ? Dan kalo udah sadar, apa saja langkah-langkah pemerintah untuk setidaknya membuat rasa nyaman penduduk Entikong untuk tetap mau bertahan sebagi warga negara Indonesia? Adakah indikasi gerakan separatis disana ? Apa yang menyebabkan warga Entikong masih mau setia dengan Indonesia ?
    2. Tria, biar kami kebayang, bolehkah ceritakan sedikit bagaimana si awal mulanya sehingga Pulau Kalimantan bisa terdiri dari 3 negara ya? Adakah sejarah hubungan kekerabatan yang erat dari penduduk-penduduk di ketiga negara tersebut, atau sebaliknya, misalnya pernahkah perang saudara di masa lampau dan lain-lain ? Dan budaya apakah yang berbeda dari ketiga daerah tersebut ? (Entikong-Indonesia, Serawak -Malaysia & Brunei ) ?

    Jawab :

    1. Kak, pemerintah mah udah tau, tau banget malah, sampe SBY aja udah pernah ke Entikong, yang masyarakat pertanyakan, perbatasan itu apakah cuma Entikong yang menjadi border resmi atau sepanjang garis perbatasan yang border patok juga dianggap perbatasan Kalau iya kenapa yang dikunjungi dan di perhatikan hanya Entikong yang patoknya jadi border resmi dan banyak pemerintah disana, tapi itu juga ga maju maju banget sih, masih majuan solo kemana mana apalagi dibandingin sama Malaysia, aku aja baru nginjek Malaysia perbatasannya udah malu, sangking bedanya.

    IMG-20141020-WA0005Pemerintah sadar kak, malah sampai dibikin banyak kementrian yang ngurusin, kaya kementrian yang ngurus daerah tertinggal dan perbatasan, kementrian kehutanan, bea cukai dan lain-lain. Yang semuanya bertujuan untuk memajukan negara dan mengamankan. Tapi dari hasil riset aku, dari semua aparatur negara disana punya undang undangnya sendiri yang ga singkron antara satu dan yang lain. Ini bisa jadi dimanfaatkan oleh kepentingan asing dengan kekacauan hukum yang mengatur.

    Dari pengamatan sekilas selama trip hidup disana sebulan setengah, yang membuat mereka masih setia itu adalah mereka masih mampu bertahan dengan keadaan karena masih di dukung SDA, dan kebijakan sosial ekonomi Malaysia Indonesia (sosek malindo) yang disahkan tahun 1960. Kalau mereka udah ga bisa bertahan, biasanya mereka jadi TKW atau TKI tapi itu kekerasan sama TKI jadi 1 bab ironi tersendiri. Ada juga yang mereka memang cinta sama NKRI, tapi ada juga yang merasa mereka hidup di Entikong sebagai masyarakat Dayak, bukan sebagai Indonesia. Bahkan 17an kemaren, ada yang ngibarin bendera Malaysia, sampai kedengeran di kampungKKN-ku.

    1. Iya kak bener banget, aku liat dulu Malaysia menguasai lebih besar dari sekarang, ada patok perbatasannya ga jauh dari rumah tempatku tinggal. Dipisahin kali gitu. Terus berhasil di pukul mundur sama pejuang disana dan disepakati itu di Entikong kak. Tahun 1950an kayanya kak. Kalau kebagi jadi 3 negara, aku ga paham kisahnya. Yang aku paham, kebagi jadi dua negara, Indonesia dan Malaysia. Bahkan ada yang rumahnya di Indonesia, dapurnya di Malaysia setelah kebijakan itu diberlakukan. Ga sedikit mereka yang akhirnya berpisah dengan sanak saudaranya karena kebijakan itu, dan akhirnya mereka menjadi Dayak WNI dan Dayak Malaysia dan berhubungan lewat jalan tikus di hutan. Nah sebenernya aku pengen banget ke Malaysia nyelundup pake jalan hutan tapi takut ga kuat, jalan kaki dengan alam yang ekstreem.

    Tapi sungai dan alam di Kalimantan itu bisa bikin kita netesin air mata kak, sangking bagusnya subhanallahhhh !!!!! Kudu banget nonton cerita dari tapal batasnya Marcela Zalianti yang lokasinya jadi lokasi KKN kebangsaan juga. Mereka juga bisa nanem padi di ladang, namanya nugal dan caranya itu unik banget.

    Asli budayanya aja mirip karena sama-sama Dayak, yang kepisah sama batas negara. Kalau Brunei ga terlalu bersentuhan kak, yang bersentuhan banget itu sama Malaysia. Ahh kalau di liat di peta Malaysia itu ga ada apa apanya, tapi kalau liat realita, dia lebih dari sekedar apa apa.

    Wah kak pembahasannya udah, ketok palunya belum. Pesen kepala bea cukai kalau mahasiswa bantu, tolong banget desak DPR untuj menyinkronkan ini semua. Karena ketika pembahasan tapi ga disahkan, ya begitu aja terus. Solusinya cuma anggota dewan yang bikin undang-undang kak, mereka itu udah bawa ini ke tingkat nasional, tapi kalau anggota dewannya ga ngambil keputusan, ga ada yang bisa diharapkan.

    Indikasi separatis kayanya ga ada kak, isu disana bukan separatisme kaya di Aceh, tapi eksodus pindah kewarganegaraan. Yang paling bahaya, itukan perbatasan darat, dan pasukan TNI ga cukup untuk menjaganya, takut banget patok-patok itu digeser tanpa sepengetahuan kita, dan ketika pedalaman perbatasan ga diperhatikan, takutnya di caplok sama Malaysia, karena mereka aja ga tau kabar Indonesia. Kalau mau dapet siaran tv kudu pake parabola atau tv kabel, bahkan tv Malaysia siarannya sampe kemereka tanpa parabola.

    IMG-20141020-WA0007Terakhir  karena warga Entikong memiliki ketahanan yang lebih ketimbang warga lainnya, mereka masih mau bertahan dengan segala keterbatasan, dan mereka juga punya kecintaan yang besar sama Kalimanatan itu sendiri, apalagi sama suku Dayaknya. dan pemerintah Malaysia kalau sama warga Indonesia pikirannya udah TKI atau TKW  ilegal aja, padahal kita mau belanja. Mereka galak banget sama orang Indonesia, suka meras juga. Dan di luar semua itu, mereka punya kecintaan yang lain ketimbang warga yang bergelimang dengan fasilitas negara, kecintaan untuk tetap menjadikan dirinya Indonesia.

    Dira :

    1. Kalau tria dikasih kesempatan untuk kembali lagi di Entikong dan diperbolehkan untuk bekerja dan hidup disana, Tria mau jadi apa ?
    2. Menurut Tria apakah KKN itu penting untuk diterapkan pada perguruan tinggi di Indonesia ?
    3. Tria sempet cinlok ga di KKN ?

    Jawab :

    1. Aku mau jadi guru kak, guru itu jadi profesi yang amat mulia disana, dan ga banyak yang mau jadi guru disana. Anak-anaknya punya semangat belajar, tapi ga sedikit yang orang tuanya buta aksara . Jadi guru jadi tabungan amal buat hidup di surga.
    2. Penting banget kak, kalau perlu itu fokus ke daerah tertinggal. Karena biar kita tau realita asli bangsa ini udah sejauh mana. Sampe aku batin “ini masih Indonesia kan, kenapa rasanya beda kaya di jawa ?. KKN di perguruan tinggi bikin kita mencintai bangsa ini dari kesulitannya, mungkin ga banyak yang berubah, tapi minimal ga berhenti untuk memberi.
    3. Boro-boro cinlok kak, haha. Sinyal aja susah, dan disana mayoritas kan non islam, jadi adik-adik SD yang cinlok ke aku banyak, haha . Tapi yang satu rumah ada yang cinlok itu ada kak, bahkan temen satu KKN ku dari Makasar ada yang udah nikah, ketahuan hamil itu pas lagi KKN.
    4. Jadi kak dira, aku ga da cinlok cinlokan disana, tapi temen aku ada yang ditaksir pemuda desa, karena nanggepin sms telfonnya. Bahkan temen sekelompokku ada yang jadian sama anaknya sekretaris camat.

    Terimakasih temen temen yang udah aktif di sharse edisi Entikong ini, jujur sampai mikirin 2 hari bertutut-turut, karena baru pertama kali jadi bomber. Intinya dari sharse kali ini, Tria mau ngajak temen-temen buat datang ke Entikong. Disana ada saudara kita di perbatasan yang cintanya tanpa batas untuk negeri ini. Disana ada banyak tempat yang menarik, yang jadi bagian dari negeri ini. Disana ada perjuangan beranda terdepan dari suatu negara, yang siap di caplok negara asing kapan aja ketika lengah dan lelah untuk memberikan perhatian ke mereka, disana ada masyarakat indonesia yang ingin sekali mengenal kita tapi tak mampu keluar karena mahalnya biaya, dan trip disana bisa lansung ke tiga negara. Kalau mau tau info lebih jelasnya nanti akunkasih link tulisanku selama di entikong dan doakan semoga video liputanku segera tayang di wideshot metro tv :”) terimakasih semuanya, salam Indonesia !